Utama

Sempat Curhat Hamil 3 Bulan, Liburan, dan Datangi Kerabat di Toraja

* Kenangan Keluarga Bersama Korban Laka di Jl Ahmad Razak

Raut sedih Siska, tante dari Alm Fenny Alik (26), korban laka maut di Jl Ahmad Razak, Selasa 23 Juli, lalu. Air matanya tak kuasa mengalir seiring menceritakan kenangan indahnya bersama Aprietno, dan Fenny, serta anaknya Queensyvaleria.

Idris Prasetiawan-Bahrum, Palopo-P. Sappa

Dikunjungi di kediamannya di Jl Bangau II, Kelurahan Temmalebba, Kec. Bara, Siska yang merupakan saudara dari ibunda Fenny mengungkapkan jika tanda-tanda akan kepergian keponakannya sudah dirasakannya sejak beberapa hari sebelum kejadian.

Dikatakan salah satunya, ia selalu memikirkan ponakannya tersebut (Fenny,red) baik di rumah ataupun di tempat kerjanya di salah satu SPBU di Kota Palopo.

Ditambah lagi, ketika sepekan lalu, ia sempat video call dengan almarhumah bersama anaknya sewaktu liburan ke Toraja.
“Tidak biasanya tumben video call. Bilang kalau lagi liburan ke Toraja sekaligus mengunjungi semua kerabat keluarganya di daerah Sangalla. Bersilaturahmi katanya. Mungkin inimi pertanda, ternyata maumi meninggal. Mereka mau pamitmi kodong ke keluarga,” ungkapnya saat ditemui Palopo Pos, Rabu 24 Juli 2019.

Almarhumah, lanjut Siska, bersaudara lima orang. Ia (Fenny,red) anak ketiga. Sejak SMP sampai kuliah di Universitas Cokroaminoto Palopo (Uncok) Jurusan Matematika sampai menikah, masih sering tinggal di rumah. Bahkan, suaminya Enno (Aprietno Maripadang) juga sering curhat ke dirinya soal asmara dengan keponakannya.

“Keduanya sudah pacaran saat masih kuliah. Fenny di Jurusan Matematika, Enno di Jurusan Tehnik Informatika. Hubungannya putus-nyambung gitu. Jadi Enno kadang curhat mi ke saya. Yang terakhir curhatnya beberapa hari lalu, Fenny bilang dirinya sudah telat 3 bulan. Sedangkan Queensy baru 2 tahun. Saya bilang itu sudah rezeki terima saja,” ujarnya.

Pada tahun 2016, barulah keduanya menikah. Saat itu, kata Siska, Enno telah lebih dahulu menyelesaikan kuliahnya. Sementara Fenny masih kuliah. “Waktu wisuda saja Fenny sudah hamil besar mi. Jadi dia minta dibuatkan baju wisuda untuk ibu hamil,” sebutnya.

Selepas selesai, Fenny yang setelah menikah dengan Enno lebih banyak tinggal di rumah mertuanya di Padang Sappa, belakang kantor BRI.
Di sana, ia juga bekerja sebagai guru honorer di SMP Padang Sappa mengajar Matematika, sementara suaminya Enno bekerja menggarap beberapa bidang sawah, dan memelihara ikan karper.

“Fenny ini anaknya cerdas. Dari lima bersaudara, hanya dia yang bisa sampai lulus sarjana. Banyak saudaranya yang putus sekolah. Maklum, ia yatim sejak kecil. Bapaknya meninggal, jadi saya ambil ini Fenny pelihara mulai dari SMP sampai menikah tinggal di rumah. Jadi sudah seperti anakku mi,” terangnya.

Fenny selain mengajar, juga mengelola bisnis online. “Jadi pelanggannya banyak datang ke rumah waktu mereka tahu. Mereka datang berbelasungkawa,” sebutnya.

Dikatakan Siska, Enno, suami Fenny, sebelumnya pernah bekerja ke Morowali. Hanya saja, beberapa bulan berpisah, ia kembali lagi, lantaran tidak bisa jauh dengan anak, dan istrinya.

Sewaktu kejadian kecelakaan, Selasa, lalu, sambungnya, almarhum membawa ikan karper yang terhambur di jalan. “Nah, itu hasil panennya. Sudah biasami mereka kalau panen sebagian dibawa ke rumah,” jelasnya.

Di media sosial, sejumlah rekan, sahabat, dan keluarga almarhum banjir ucapan belasungkawa.
Sementara itu, Siska juga menyesalkan adanya tindakan tidak bertanggung jawab yang dilakukan oknum sewaktu kecelakaan. “Banyak barang berharganya kasian diambil orang. HP-nya berdua hilang. Jadi bagaimana yah..apa mereka yang ambil tidak punya perasaan,” ketusnya.

Dari informasi Palopo Pos, ketiga jenazah tersebut akan dimakamkan di Padang Sappa.
Sementara itu, Palopo Pos juga mendatangi rumah duka keluarga korban di Padang Sappa di Lorong I Dusun Padang Lambe, Kelurahan Padang Sappa, Kec. Ponrang, Kab. Luwu.

Isak tangis keluarga dan kerabat menyelimuti rumah korban. Kedatangan jenazah satu keluarga, Selasa siang, pukul 13:30 Wita.
Salah satu keluarga korban, Martin, menuturkan tak menyangka kejadian yang menimpa Aprietno Maripadang (26) bersama istri Fenny Alik (26) dan anaknya Queensy Valeria Maripadang (2). Menurut keluarga Alm Aprietno sekeluarga menuju ke Kota Palopo, Selasa pagi, dalam rangka mengikuti acara ibadah di rumah mertuanya, sekaligus membawakan ikan kerumah mertuanya di Balandai.

Ia melanjutkan, dari pihak keluarga sementara menunggu saudara kandung Alm. Aprietno dari Papua, dan Kalimatan. “Kemungkinan rangkaian acara pemakaman 3 atau 4 hari baru akan dimakamkan di perkuburan yang tidak jauh dari rumah,” tandasnya.

Dari pantauan Palopo Pos di rumah kediaman korban, terlihat keluarga maupun tetangga sibuk mempersiapkan seluruh proses pemakaman. Seperti pemasangan tenda untuk digunakan tempat beribadah.

Sahabat korban Alprietno Maripadang, yang menyempatkan datang kerumah korban satu keluarga menuturkan mengetahui kejadian kecelakaan kemarin dari media sosial (Facebook) yang viral. (idr/cr1)

Click to comment

Most Popular

To Top