Luwu

Mengapa Jalur Timur Latimojong ?

BELOPA—Sebuah kegiatan spektakuler pendakian puncak Latimojong digagas generasi muda Kabupaten Luwu menyambut peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74. Tidak kurang dari 260 pegiat alam bebas ikut ambil bagian dalam kegiatan yang dimulai 13 hingga 18 Agustus 2019.

Pendakian Puncak Latimojong ini cukup berbeda dengan yang sudah dilakukan pencinta alam yang melakukan pendakian melalui Kabupaten Enrekang. Kali ini, pendakian salah satu gunung tertinggi di Propinsi Sulawesi Selatan ini mengambil jalur timur melalui Desa Tolajuk-Rantemario Kecamatan Latimojong.

Jalur Timur awalnya digagas Fadly Bahari, seorang penggiat alam bebas sekaligus penikmat sejarah dan penulis. Fadly mengajak para pendaki yang tergabung dalam organisasi Aktivitas Anak Rimba (AKAR) Indonesia yang berpusat di Palopo. Fadli dan 20 pendaki AKAR dipenghujung Juli lalu melakukan pembukaan jalur Tolajuk-Rantemario. Pembukaan Jalur Timur ini mendapat dukungan sepenuhnya dari Arham Basmin, yang saat itu masih menjabat Ketua Pemuda Pancasila Kabupaten Luwu.

” Latimojong dengan puncak tertingginya ‘Rante Mario’ (3478 mdpl), merupakan salah satu dari tujuh puncak tertinggi (Seven Summit) Indonesia. Selama ini kegiatan pendakian di gunung Latimojong umumnya dilakukan melalui sisi barat, yakni dari desa Karangan – kabupaten Enrekang. Hal ini menyebabkan timbulnya pemahaman keliru di khalayak umum, dimana pegunungan Latimojong hanya terletak di wilayah administrasi Kabupaten Enrekang, ” Ungkap Fadli Bahari dalam akun pribadi yang dimuat di Kompasiana

Nursaleh, ASN Pemkab Luwu selaku yang aktif didunia jurnalistik sekaligus pencinta alam, mencoba mengupas mengapa pendakian ini dilakukan melalui jalur Timur. Nursaleh mengatakan, keberadaan Rantemario yang sudah tidak asing di kalangan pendaki. Namun, di balik itu ada mimpi besar yang sedang dirajut Fadly Bahari bersama tim-nya, yaitu sebagai bahan motivasi bagi pemerintah daerah dalam pengembangan kepariwisataan terkhusus di wisata pendakian gunung di Kabupaten Luwu, ” Tulis Nursaleh.

Nursaleh, yang akrab disapa Ale, mengatakan, Puncak Rantemario memiliki ketinggian 3.447 mdpl, dan merupakan salah satu puncak gunung yang masuk dalam “Seven Summit” Indonesia bersama gunung Kerinci (Sumatera), Semeru (Jawa), Rinjani (NTB), Bukit Raya (Kalimantan), Binaiya (Maluku) dan Cartenz Piramid (Papua). Seven Summit inilah yang menjadi mimpi para petualang, menjadi target besar dengan harapan jejak kakinya pernah menyimpan kisah di atas sana, ” Kata Ale.

Ale mengatakan, selama ini Rantemario hanya melulu berkisah tentang Enrekang. Dan daerah ini menerima dampak positif dengan meraup pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pendakian, serta memberdayakan ekonomi masyarakat desa sekitar, seperti di desa Karangan yang saat ini sudah memiliki masjid dan sekolah yang cukup bagus.

Inilah pondasi dasar pijakan dari pembukaan jalur timur Tolajuk-Rantemario. Ada niat memperkenalkan daerah khususnya Kabupaten Luwu, memberdayakan desa dan masyarakat dengan keindahan alam, yang sesungguhnya jauh lebih indah ketika dibandingkan dengan melintasi jalur Enrekang selama ini.

“Boleh dikata, jalur timur dibuat selain untuk memuaskan hasrat petualangan juga di dalamnya terdapat unsur memanjakan mata dengan panorama alam yang begitu indah. Termasuk melihat keberadaan jejak dan habitat Anoa terbesar yang ada di Sulawesi, ” Kata Ale.

Dan yang terakhir sesungguhnya mimpi terbesar dari pembukaan jalur timur adalah nama Desa Tolajuk di Luwu sebagai bagian terbesar dari Rantemario akan sejajar dengan Desa Ranupani di kaki Semeru dan Desa Sembalun di kaki Rinjani. Ada harapan besar Tolajuk-Rantemario akan sama dengan Semeru dan Rinjani dari segi pengelolaannya. Tentu saja asa itu akan terwujud jika ditunjang dukungan secara totalitas oleh pemerintah daerah.

” Semeru dan Rinjani, dua gunung ini adalah magnet yang mampu menyedot ribuan wisatawan penggiat alam bebas dari dalam dan luar negeri datang setiap tahunnya. Semeru dan Rinjani telah diolah profesional. Memanfaatkan teknologi dengan menjunjung tinggi pelestarian alam, ” Kata mantan wartawan Palopo Pos ini. (and)

Click to comment

Most Popular

To Top