Metro

Terkendala RTRW, Revitalisasi Islamic Centre Batal

TOMPOTIKKA — Lantaran belum ditetapkannya regulasi oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Palopo terkait Rancangan Tata Ruang Wilayah (RTRW), membuat sejumlah pembangunan di Kota Palopo batal dilaksanakan.

Seperti halnya, revitalisasi kawasan Masjid Islamic Centre Palopo yang direncanakan tahun 2018 terpaksa ditunda meski demikian proyek ini sudah dianggarkan kurang lebih Rp7,4 Miliar.

Terkait hal tersebut, anggota DPRD Palopo, Budiman mengatakan bahwa pihak Pemkot Palopo asal-asalan mengusung program.
Sebab kata politisi PPP ini proyek revitalisasi ini seyogianya sudah dapat direalisasikan tahun 2019. “Jangan sampai anggaran yang diperuntukan untuk program ini dialihkan ke kegiatan lain. Kita tidak ingin program yang direncanakan sebelumnya batal lagi,” kata Budiman kepada Palopo Pos, Senin 12 Agustus.

Kepala Bappeda Palopo, Firmanza DP membenarkan perihal tersebut. Revitalisasi kawasan Masjid Islamic Centre yang direncanakan sebelumnya belum dapat direalisasikan tahun ini meski anggarannya sudah ada.

Menurutnya, pembatalan proyek itu dikarenakan regulasi yang mengatur tentang tata ruang wilayah belum ditetapkan. Saat ini regulasi mengenai RTRW ini masih dalam tahap revisi sehingga menghambat beberapa pembangunan di Kota Palopo.

“Untuk anggarannya kita kembalikan ke kas daerah. Bukan dialihkan ke program lain. Nanti setelah regulasi RTRW ini tuntas baru bisa dilaksanakan,” terangnya, melalui pesan singkatnya kemarin.(rul/rhm)

Click to comment

Most Popular

To Top