Ekonomi

Warung HS Sajikan ‘Nasu Palekko’ sebagai Menu Andalan

PALOPO— Satu lagi usaha kuliner hadir di Palopo. Namanya “Warung HS” di Jl. Andi Kambo (eks Jl. Merdeka), berseberangan jalan dengan Bimbel Ganesha, tepatnya di depan ATM BNI. Pada pagi hari, menyediakan nasi kuning untuk sarapan. Begitu pun malam, ada nasi kuning begadang.

Pada siang hari, menyediakan makanan ‘nasu palekko’ sebagai menu andalan. Disamping itu, juga tersedia soto banjar, sop ubi, gado-gado, bakso, ayam grepek, dan lalapan. Selain makanan, juga ada menu minuman seperti thai tea, green tea, milo tea, kopi. Juga ada jus-jus seperti jus alpukat, serta es buah.

Menurut Owner Warung HS, Hj Muliati yang ditemui Palopo Pos, Senin, 12 Agustus 2019 kemarin, warung miliknya baru saja launching pada 5 Agustus 2019 pekan lalu. Pembukaannya secara sederhana, hanya mengundang beberapa teman ibu-ibu.

”Alhamdulillah, setiap hari ramai. Dalam satu hari, rata-rata laku hampir seratus porsi. Sejak launching tanggal 5 (Agustus), baru dua kali (hari) kita dapat di bawah satu juta,” kata Hj Muliati didampingi suaminya, Faisal yang merupakan ASN Pemkot Palopo.

Warung HS juga diminati berbagai kalangan, baik pelanggan perorangan maupun kelompok ibu-ibu arisan. Pelanggan perorangannya juga semua kalangan, remaja, anak muda, orang dewasa, pegawai, dan sebagaiknya.

Itu karena warung ini, juga memiliki segmen pelanggan berdasarkan waktu. Dimana, pada pagi hari segmen nasi kuning untuk kebutuhan sarapan. Lalu ada berbagai jenis makanan untuk kebutuhan makan siang maupun makan malam.

Lalu tengah malam, ada nasi kuning begadang. Kemudian bagi yang hanya ingin ngobrol atau ngopi, ada menu kopi, teh, jus, dan es buah.
”Kita buka mulai jam 06.30 pagi, sampai jam 10 malam. Kalau malam minggu, kita buka sampai jam 12 malam,” terangnya.

Di samping melayani pengunjung yang datang, Warung HS juga melayani pengantaran pesanan makanan melalui grab, maupun pesan langsung via telepon atau whatsapp. Pasalnya sebelum membuka warung, Hj Muliati memang telah menggeluti bisnis kuliner dengan menyediakan makanan jadi (semacam katering).

Setelah melihat perkembangan pesanan makanan jadi, Hj Muliati memanfaatkan pekarangan rumah orang tuanya di Jl. Andi Kambo. Dia membuat warung dengan ukuran sekira 12 x 8 meter. Sebelumnya, ibu berkaca mata ini, juga jualan makanan dan minuman ringan di Lapangan Pancasila. Seperti sosis, kentang goreng, banana roll, dan lainnya. Serta minuman dingin dan panas seperti kopi, teh, dan aneka jus.

Disinggung investasi untuk usaha warung-nya, habis sekira Rp100 juta. Itu untuk biaya pembangunan warung, pengadaan meja, bangku, peralatan masak dan makanan, termasuk pembelian bahan makanan dan minuman.
Harga menunya juga sangat terjangkau. Yang terendah nasi kuning seharga Rp10 ribu per porsi, dan tertinggi nasu palekko Rp35 ribu per porsi. Menu makanan lainnya rata Rp15 ribu per porsi. Sedang minuman juga rata, semua serba Rp10 ribu per porsi. (ikh)



Click to comment

Most Popular

To Top