Utama

Elpiji Subsidi Langka, Disdag Koordinasi Polres

* Juga Bahas Penanganan Maraknya Pertamini Ilegal

PALOPO— Kelangkaan gas bersubsidi 3 kg menjelang lebaran Idul Adha, lalu, hingga Selasa, 13 Agustus 2019, kemarin, langsung disikapi Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Palopo, Zulkifli Halid ST MSi.

Ia lantas datang ke Polres Palopo melakukan koordinasi untuk melakukan penangkapan terhadap oknum yang melakukan penyalahgunaan distribusi BBM bersubsidi ini yang dikhususkan bagi masyarakat miskin.

Selain itu, Kadisdag juga mengkoodinasikan jadwal operasi penanganan maraknya Pertamini ilegal di Kota Palopo. Jumlahnya sekira 60 unit, menjual Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis premium dan solar. Maraknya Pertamini diduga sebagai penyebab sulitnya masyarakat mendapatkan BBM premium di SPBU Pertamina.

Kedatangan Kadisdag bersama Kabid Pengawasan dan Perlindungan Konsumen Disdag Palopo, Suhartaty Rasyid, dan lima orang stafnya, diterima Kasat Reskrim Polres Palopo AKP Ardy Yusuf bersama jajaran Reskrim di ruangan Reskrim Polres Palopo.

Pada kesempatan itu, Zulkifli melaporkan kelangkaan gas 3 Kg beberapa hari terakhir, apalagi terjadi menjelang lebaran Idul Adha, saat masyarakat lagi butuh-butuhnya gas. Kadis menduga, kelangkaan ini akibat adanya oknum yang bermain, ‘menyelundupkan’ jatah gas 3 kg Palopo keluar daerah.  ”Karena itulah, kami minta bantuan Polres untuk melakukan operasi penangkapan terhadap pihak-pihak yang menyebabkan kelangkaan gas 3 kg,” terang Kadis.

Beberapa waktu lalu, jajaran Disdag Palopo telah melakukan penangkapan terhadap oknum pedagang yang hendak menyelundupkan gas 3 kg lalu menyerahkan ke Polres. Juga sudah mengundang seluruh agen gas 3 kg dan pengusaha pangkalan. Dan pada kesempatan itu, mereka menandatangani pakta integritas.

Kadisdag juga pernah menjatuhkan sanksi berupa penghentian distribusi BBM premium pada tiga SPBU di Palopo masing-masing SPBU Padang Lipan, SPBU Binturu, dan SPBU Salobulo. Ke depan, jika SPBU tersebut masih melayani pengisian jeriken, maka Disdag akan mengusulkan ke Pertamina untuk mencabut izin usaha SPBU, termasuk mencabut izin usaha agen 3 kg jika terbukti bersekongkol dengan pangkalan menyalahgunaan distribusi gas 3 kg.

Menurut Kadis, jumlah agen 3 kg di Palopo ada lima. Sedang pangkalan sebanyak 500 unit. Gas 3 kg yang terdistribusi di Palopo setiap hari sebanyak 6.000 tabung. ”Jika semua tabung tersebut terdistribusi di Palopo, tidak akan terjadi kelangkaan,” terang Kadis.

Menyikapi laporan Kadis tersebut, Kasat Reskrim menyatakan kesiapannya bekerja sama Disdag melakukan operasi gas 3 kg dan Pertamini. Nantinya akan melibatkan tim terpadu Satgas Pangan yang sudah terbentuk. Di dalamnya terlibat unsur Pemkot seperti Disdag, Satpol-PP, Dinas Perikanan. Serta untuk Polres yang terdiri Reskrim, Intel, dan Samapta.

Lanjut Ardy, sebelum operasi, terlebih dahulu Disdag melakukan sosialisasi dalam pekan ini. Selanjutnya, dilakukan operasi pasca HUT RI 17 Agustus pekan depan. Pemberian sanksi bagi yang terjaring operasi, dilakukan secara berjenjang. Mulai dari teguran lisan/tertulis, penyitaan dengan solusi penggantian tabung dari 3 kg ke 5,5 kg, Pemutusan Hubungan Usaha (PHU) atau pencabutan izin usaha, dan terakhir penindakan secara pidana. (ikh)

Click to comment

Most Popular

To Top