Utama

Jelang FKN 2019, Panitia Gelar “Mallekke Wae”

PALOPO — Penyelenggaraan Festival Keraton Nusantara (FKN) XIII Tana Luwu tinggal 26 hari ke depan. Panitia terus mematangkan persiapan. Ketua Panitia FKN, Brigjen (purn) TNI Muslimin Akib mengungkapkan, saat ini persiapan sudah mencapai 80 persen. Hanya saja, masih ada sejumlah hal yang terus dibenahi menyambut ribuan tamu peserta FKN.

Rencanannya even tersebut akan digelar 9-13 Septemer, mendatang. Namun, sebelum memasuki kegiatan inti, sejumlah ritual adat dilakukan. Baru-baru ini, Kedatuan Luwu melakukan ritual Mallekke Wae, yang artinya mengambil air.

Air yang bagaimana? Dijelaskan Maddika Bua, Andi Syaifuddin Kaddiraja kepada Palopo Pos menjelaskan, air yang dimaksud adalah air yang bersumber dari mata air letaknya di daerah Kolaka Utara. Tepatnya di daerah Manjapai.

Air tersebut, keluar dari sela-sela batu dari kaki pegunungan, lalu, disimpan di dalam wadah berupa kendi berukuran cukup besar, dan diusung menggunakan Cinrangeng yang digotong empat pemuda tangguh, lalu, dinaikkan ke atas mobil. Selanjutnya, kata Maddika Bua, air tersebut dibawa ke Istana Kedatuan Luwu, dan disimpan.

“Nanti baru dikeluarkan lagi, setelah acara zikir di tanggal 5 September, dalam acara Mattemmu Lahoja atau Habmul Laoja,” kata Maddika Bua saat ditemui di Sekretariat FKN di Balai Kota Palopo.

Ritual adat ini sebenarnya tergabung di dalam satu acara besar bernama Mappacekke Wanua, yang artinya mendinginkan negeri. Yang di dalam Mappacekke Wanua terdiri dari tiga acara di atas, yakni Mallekke Wae, Mattemmu Lahoja, dan Manggepi (memercikan) air keseluruh negeri.
Sekaitan dengan even FKN, diharapkan kegiatan ini bisa berjalan damai, lancar, sejuk, dan dingin.

Ditambahkan Ketua Panitia FKN, Brigjen (purn) TNI Muslimin Akib, dalam even ini, kita panitia kerja betul-betul ikhlas, hanya untuk kemajuan budaya Tana Luwu. “Inilah yang bisa kita persembahkan bagi Tana Luwu,” ujarnya.
Sebagaimana diketahui, hingga saat ini panitia telah menerima konfirmasi jumlah peserta yang akan hadir lebih dari 4 ribuan orang, dengan 200 lebih raja-raja dari seluruh Nusantara, dan ada dari luar negeri.

Sesuai komunikasi YM Datu Luwu, ada 200 raja yang akan datang, baik dari dalam negeri maupn negara tetangga, seperti dari Malaysia, Brunei Darussalam, Australia, Singapura, dan Pakistan.

Dikatakan Muslimin, dari 200 raja ini, masing-masing raja oleh panitia FKN XIII memberikan batasan untuk membawa permaisurinya maksimal dua orang, dan setiap rombongan raja ikut serta pasukan, dan dayang-dayangnya minimal 100 orang, bahkan sampai 200 orang, seperti yang dikonfirmasi Sri Sultan Hamengkubuwono IX

Selain raja-raja dan rombongannya, juga nantinya akan hadir 12 anak suku Kedatuan Luwu, serta sejumlah narasumber dialog kebudayaan. Narasumber ini, kata Suaedi akan diundang dari Malaysia, dan empat kementrian.
“Pastinya akomodasi dan penginapan harus dipersiapkan,” ujarnya. Untuk pengaman sendiri, katanya.

“Sesuai pesan YM Datu, ia mau tamunya nanti (raja-raja) jangan boleh sampai lecet, bahkan sampai hilang. Untukitu perlu pendampingan dan pengamanan selama even berlangsung,” kata Suaedi membacakan titah Datu Luwu. (idr)

Click to comment

Most Popular

To Top