Luwu

KPK Pantau Penerimaan Pajak di Luwu

* Bapenda Terapkan Layanan Pajak Online

BELOPA—Berbagai upaya dilakukan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Luwu untuk mengoptimalkan penerimaan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pajak dan retribusi. Salah satunya dengan menerapkan sistem penagihan pajak dan retribusi berbasis online.

Kepala Bapenda Kabupaten Luwu, Moh Arsal Arsyad S.STP, M.Si, kepada harian Palopo Pos, Rabu (14/8) mengungkapkan, tahun ini pemasukan PAD dari sektor pajak restoran/rumah makan ditargetkan mencapai Rp 2 miliar.

“Target pajak restoran/rumah makan di APBD 2019 sebesar Rp 1,7 miliar. Tetapi kita akan naikkan menjadi Rp 2 miliar. Saat ini pemasukan sudah mencapai Rp 900 juta. Untuk mengoptimalkan pemasukan kita melakukan berbagai upaya salah satunya dengan penerapan pajak online bekerjasama Bank Sulselbar Belopa, ” Ungkap Arsal.

Kepala Bidang Pajak Daerah, Bapenda Luwu, Ahmad Abdul Razak, didampingi Kepala UPTD Pajak wilayah 2, Ulpan Palitta, yang ditemui Harian Palopo Pos saat memasang alat perekaman pajak online (MPos) di Warkop Topoka Belopa, Rabu kemarin mengatakan, pemanfaatan alat pajak online berbasis IT tersebut tidak hanya terkoneksi dengan server Bapenda Pemkab Luwu, tetapi dipantau langsung lembaga KPK-RI sebagai wujud program KPK dalam mengoptimalisasi PAD yang dinilai kerap mengalami kebocoran akibat ulah pelaku usaha yang mangkir membayar pajak.

“Saat ini ada 23 unit alat pajak online yang kita gunakan. Dan ini terkoneksi langsung ke KPK-RI. Kita berharap 233 restoran/rumah makan se-Kabupaten Luwu ini kedepan bisa menggunakan alat ini, Kata Ahmad.

Ahmad menambahkan alat canggih ini juga bisa mengetahui siapa saja pengusaha restoran yang jujur melaporkan pajaknya, karena bisa memantau langsung pengusaha rumah makan,

“Alat ini cukup efektif karena kalau tidak digunakan oleh pengusaha rumah makan, akan mengirim sinyal merah diserver kami, lalu dilakukan pengecekan oleh petugas pajak, ” Kata Ahmad seraya menambahkan kedepan penerapan alat canggih ini juga akan diberlakukan pada hotel-hotel yang ada di Kabupaten Luwu.

Pemilik Warkop Topoka, Misbahuddin, kepada harian Palopo Pos mengatakan, sebagai pengusaha rumah makan pihaknya merespon positif penggunaam alat penyetoran pajak berbasis online itu, karena tidak menyulitkan untuk penyetoran pajak makan minum yang dikenakan pengunjung.

“Alat ini bagus, karena langsung terlapor di Pemda pajak pengunjung yang kami setorkan. Harapan kami semoga bisa lebih memudahkan pelayanan kepada pengunjung, bukan sebaliknya, ” Kata Misbahuddin. (and)

Click to comment

Most Popular

To Top