Luwu

Aset Dikuasai Pribadi Harus Diserahkan

* Basmin : 2 Aset Kami Minta Pinjam Pakai

BELOPA—Pemerintah Kabupaten Luwu menyatakan kesiapan untuk menyerahkan seluruh aset milik Pemkab Luwu yang berada di Kota Palopo, menyusul telah dilakukan proses rekonsiliasi penyerahan aset Pemerintah Kabupaten Luwu kepada Pemerintah Kota Palopo yang difasilitasi oleh Korsupgah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Perwakilan Sulawesi Selatan, Jumat (16/8/ 2019).

Bupati Luwu Drs H Basmin Mattayang, M.Pd, kepada Harian Palopo Pos, usai memberikan pandangan umum fraksi terhadap penyerahan Ranperda APBD Perubahan 2019 di DPRD Luwu, Senin (19/8) mengatakan, kendati tidak melalui persetujuan DPRD Kabupaten Luwu, pihak eksekutif Kabupaten Luwu siap menyerahkan seluruh aset yang dikuasai di Kota Palopo kepada Pemkot Palopo

“Tidak perlu ada persetujuan DPRD. Kita menyepakati proses rekonsilisasi aset yang difasilitasi KPK-RI berdasarkan aturan perundang-undangan yang berlaku.Sehingga seluruh aset tidak bergerak yang pernah menjadi milik Pemkab Luwu yang terletak di Kota Palopo akan kita serahkan seluruhnya, termasuk Mess Trimurti, Asrama Mahasiswa IPMAL dan IMWAL dan Balai Latihan Kerja (BLK) di Balandai, ” ungkap Basmin

Tidak hanya aset tersebut diatas yang harus diserahkan, orang nomor satu di Kabupaten Luwu ini bahkan meminta OPD terkait, untuk segera mengurusi sejumlah aset Pemkab Luwu yang dialihkan kepemilikannya menjadi milik pribadi, untuk segera ditarik untuk kemudian diserahkan kepada Pemkot Palopo.

“Termasuk aset Pemkab Luwu yang saat ini menjadi kepemilikan pribadi harus kita serahkan. Untuk masalah ini OPD terkait akan mengurusnya, ” Kata Basmin

Basmin mengatakan, terkait soal penyerahan seluruh aset ini, dirinya juga meminta Pemkot Palopo kiranya legowo, terhadap permintaan pinjam pakai untuk dua aset yang masih diperlukan Pemkab Luwu, yaitu asrama mahasiswa dan BLK Luwu yang ada di Balandai

“Asrama mahasiswa itu masih sangat dibutuhkan untuk anak-anak kita yang kuliah di Kota Palopo, sehingga kita minta Pemkot Palopo untuk legowo memberikan dengan status pinjam pakai. Demikian pula dengan gedung BLK. Kami juga siap serahkan, tetapi kami minta untuk bisa dilakukan pinjam pakai sampai gedung workshop BLK di Karang-karangan kita rampungkan pembangunannya, ” Kata Basmin

Informasi yang dihimpun Harian Palopo Pos, saat ini Pemkab Luwu sedang membangun workshop BLK Kabupaten Luwu diatas lahan seluas 4 hektar di Desa Karang-karangan kecamatan Bua. Hanya saja pembangunannya membutuhkan biaya yang cukup besar dan akan memakan waktu cukup lama. Terkecuali jika Pemkab Luwu konsisten untuk menganggarkan setiap tahun diatas 5 miliar, sehingga 3 tahun kedepan sudah bisa dimanfaatkan

BLK Kabupaten Luwu yang dibangun di Desa Karang-Karangan membutuhkan anggaran Rp 18 miliar lebih. Saat ini sudah terbangun satu unit kantor dengan anggaran Rp 1,1 miliar. Sehingga masih dibutuhkan alokasi anggaran sebesar Rp 17 miliar lagi.

“Peralatan di BLK Palopo sangat banyak. Untuk saat ini BLK yang kita bangun itu belum bisa menampung peralatan kalau mau dipindahkan, maka kita harapkan BLK di Balandai bisa dipinjam pakai hingga tahun 2023 dan itu bisa diperpanjang permohonan pinjam pakainya, ” Kata Basmin.

Terpisah, sejumlah anggota DPRD Kabupaten Luwu mengharapkan, agar aset Pemkab Luwu yang ada di Kota Palopo kiranya dapat dipertahankan sebagian. Utamanya asrama mahasiswa yang digunakan IPMAL dan IMWAL. ” Seharusnya kita pertahankan beberapa aset itu. Sebab didaerah lain kita punya aset juga. seperti, di Jogjakarta, kan agak lucu juga bekas daerah sendiri lantas tak satupun aset kita miliki disana. Salah satu aset yang paling berharga itu adalah asrama mahasiswa. Seharusnya tetap dipertahankan untuk digunakan mahasiswa dari Luwu dan Walmas. ” Kata anggota DPRD Luwu Erwin Barabba. (and)

Click to comment

Most Popular

To Top