Kriminal

Beli Sabu, Divonis 4 Tahun Penjara

*Yang Jual Sabu Masih DPO

PALOPO — Terdakwa Efendi Haruna Alias Atto divonis majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Palopo, Senin 19 Agustus 2019 kemarin. Terdakwa merupakan warga Jalan Merdeka, Kota Palopo ini, juga dikenakan denda Rp800 juta subsider 3 bulan penjara.

Sidang putusan diketuai oleh Majelis Hakim PN Palopo, Heri Kusmanto SH didampingi hakim anggota masing-masing, Mahir Sikki ZA SH dan Erwino M Amahorseja SH. Hakim tidak sependapat atas dakwaan penuntut umum yang menyebutkan terdakwa melanggar pasal 114 KUHP tentang narkotika dalam hal ini sebagai pembeli narkotika.

Begitu pun juga dengan pledoi atau pembelaan penasihat hukum terdakwa yang menyebutkan terdakwa hanya melanggar pasal 127 KUHP tentang narkotika dalam hal ini sebagai pemakai atau korban penyalahgunaan narkotika.

Maka dari itu, Heri Kusmanto SH mengatakan sesuai hasil musyawarah majelis hakim, terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar pasal 112 KUHP tentang narkotika. Di mana terdakwa, sesuai hasil persidangannya dan keterangan para saksi, lebih mengarah kepada memiliki, menyimpan, atau menguasai narkotika jenis sabu saat dilakukan penangkapan terhadapnya.

Dengan itu, menjatuhi hukuman kepada terdakwa selama 4 tahun dengan denda sebesar Rp800 juta, apabila tidak disanggupi maka akan digantikan dengan kurungan penjara selama 3 bulan.

Terkait putusan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Palopo, Irmawati SH dan terdakwa yang didampingi penasihat hukumnya, Zulkifli SH memilih untuk pikir-pikir dalam jangka waktu 7 hari yang diberikan majelis hakim.

Penasehat hukum dari terdakwa sebelumnya mengajukan pledoi atau pembelaan atas tuntutan yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Palopo, Irmawati SH, 19 Juni 2019 lalu.

Di mana penuntut umum menjatuhi tuntutan kepada terdakwa selama 7 tahun dan denda Rp1 miliar subsider 6 bulan dengan jeratan pasal 114 ayat 1 UU No. 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

“Memang di dalam pasal 114 itu di salah satu ayatnya terdapat pembeli sabu yang dapat dijerat dengan pasal tersebut, tetapi terdakwa ini memang membeli untuk dikonsumsi sendiri, bukan untuk diedarkan,” jelas Sulkifli.

Terdakwa ditangkap 8 April 2019 karena membeli sabu dari Sari Banong Alias Mama Dilla (DPO) Polres Palopo, sebanyak 1 sachet seharga Rp250 ribu yang kemudian disimpan di bagasi motor merek yang ia pinjam dari Simarni. Hingga akhirnya terdakwa tertangkap Polisi dengan barang bukti sabu. (ali/him)

Click to comment

Most Popular

To Top