Utama

Lagi, Ratusan Rumah Terendam

* Banjir Terjang Larompong dan Larsel

BELOPA — Hujan deras di Kabupaten Luwu yang mengguyur sekira pukul 01:00 hingga 06:00 Wita, Senin dini hari (19/8) membuat sejumlah sungai di Larompong dan Larompong Selatan (Larsel) meluap. Akibatnya air meluber ke rumah pemukiman dan merendam ratusan rumah warga di dua kecamatan tersebut.

Informasi yang dihimpun Harian Palopo Pos di lapangan, banjir besar di wilayah Kecamatan Larompong dan Larompong Selatan terjadi sekira pukul 04. 30 WITA dan terus meningkat. Banjir ini seketika merendam 7 desa di dua kecamatan, yaitu Desa Rante Belu, Desa Riwang, Buntu Mata’bing yang terletak di Kecamatan Larompong, dan Desa Sampano, Desa Dadeko, Desa Salusana, dan Desa Temboe di Kecamatan Larsel.

Akibat banjir yang terjadi ini ratusan rumah warga di dua kecamatan ini terendam air dan merusak perkakas rumah tangga dan barang elektronik.
“Rumah orang tua kami di Desa Temboe sudah kami pugar dan lantainya kami tinggikan dengan timbunan hingga dua meter. Tetapi banjir cukup besar sehingga masuk ke rumah orang tua kami.

Yang membuat sulit kami karena barang-barang rumah tangga termasuk elektronik harus didudukkan di tempat yang tinggi pak agar tidak rusak. Pasti banyak rumah warga yang terendam lebih parah dari rumah kami, hingga membuat barang-barang rumah tangga ikut terendam, ” Ungkap Herman.

Informasi yang dihimpun Harian Palopo Pos melalui BPBD Luwu, banjir yang terjadi Senin dini hari hingga siang hari tidak menelan korban jiwa, namun beberapa fasilitas umum seperti sekolah dan perkantoran harus terendam lagi. Tim TRC BPBD Luwu mencatat setidaknya ada 200 rumah di desa Rantebelu, 100 unit rumah di Desa Buntu Matabing, 100, desa Sampano 100 unit, demikian pula didesa Sampano, Temboe, Salusana dan Dadeko.

Banjir bandang yang terjadi di Larompong dan Larompong Selatan tidak hanya merendam ratusan rumah warga dan puluhan fasilitas umum seperti sekolah dan perkantoran. Pula, yang merugikan karena banjir membuat aktivitas transportasi darat jalur trans Sulawesi di Larompong Selatan mengalami lumpuh total selama lebih dari 6 jam. Sejumlah kendaraan roda empat dan roda dua yang nekat melewati air bah setinggi lutut orang dewasa di jalur trans Sulawesi di Desa Dadeko akhirnya harus bernasib sial, dimana kendaraannya mogok dan harus didoron warga.

Jajaran Satlantas Polres Luwu, TNI, dan sejumlah tim tagana BPBD harus sibuk membantu lalulintas yang menglaami macet hingga 5 KM tersebut. “Sudah hampir enam jam lumpuh total, kami evakuasi warga menggunakan mobil operasional Sat Shabara,” kata AKP Abu Bakar, Kasat Shabara Polres Luwu.

Dari pantauan Harian Palopo Pos, warga memanfaatkan banjir tersebut untuk membantu warga yang ingin melintas dengan menggunakan rakit dari bambu dan batang pisang.

“Kalau jalan trans Sulawesi ini merendam hingga lutut orang dewasa pak, berarti banyak rumah yang kemasukan air hingga diatas 1 meter. Kami membantu warga yang mau melintas menggunakan rakit, dimana motornya kami naikkan diatas rakit, ” Kata Ardiman, warga Dadeko. (and/idr)

Click to comment

Most Popular

To Top