Toraja

PDIP Torut Pasang Badan untuk NA

* Terkait Rencana Pemakzulan dari Pansus Hak Angket

RANTEPAO — Ketua DPC PDI Perjuangan Toraja Utara, Samuel Matasak angkat suara terkait pemakzulan Gubernur Sulawesi Selatan Prof Nurdin Abdullah. Dirinya akan pasang badan bersama kader lainnya jika akan dipaksakan pemaksulan tersebut.

Seluruh Kader PDI Perjuangan Toraja Utara Solid tetap mendukung Gubernur Sulawesi Selatan sampai akhir masa jabatannya, dan akan turunkan massa untuk turun ke Makassar jika tetap dipaksakan untuk pemaksulan tersebut, Ketua DPC PDIP Toraja Utara, Samuel Matasak kepada Palopo Pos mengatakan PDI Perjuangan Toraja Utara menyikapi soal pemakzulan terhadap Gubernur Sulsel.

“Saat ini sedang berlangsung proses pemakzulan di DPRD Provinsi Sulsel, sebagai kader dan Ketua DPC PDIP Toraja Utara ini tentu kami juga bersikap untuk tetap mendukung Gubernur Sulawesi Selatan Pak Nurdin Abdullah, sebagai kader PDIP yang kita usung saat pemilihan yang lalu,” ujarnya.

Masih Ketua DPC PDIP katakan Soal pemaksulan yang sementara berlangsung di DPRD Provinsi dari awal fraksi PDIP tetap menolak , demikian pula fraksi PDIP di Toraja Utara dengan tegas tetap menolak usulan pemaksulan Gubernur tersebut.

Paripurna Ditunda

Penantian mengenai kapan sidang paripurna hak angket gubernur dan wakil gubernur di DPRD Sulsel digelar masih berlanjut.

Terbaru, rapat pimpinan (rapim) DPRD Sulsel yang diperluas, memutuskan untuk mengembalikan laporan panitia hak angket untuk diperbaiki.

Hal itu merupakan keputusan dalam rapim, dengan agenda penyampaian laporan dan finalisasi laporan panitia hak angket yang digelar di ruang rapat pimpinan Kantor DPRD Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Senin (19/8/2019).

“Kita baru saja melakukan rapat pimpinan, yang turut dihadiri lengkap oleh pimpinan fraksi dan pimpinan komisi. Rapat dipimpin langsung oleh Pak Roem (Ketua DPRD Sulsel) serta kami berempat (wakil ketua DPRD Sulsel) memberi masukan. Hampir seluruh ketua-ketua fraksi dan pimpinan komisi, juga telah memberikan masukan. Teman-teman anggota pansus tadi telah menyampaikan laporan resmi kepada pimpinan DPR,” ungkap Wakil Ketua DPRD Sulsel, Ni’matullah Erbe dalam sesi jumpa pers setelah rapim tersebut.

Menurut Ulla, sapaan karibnya, pihak pimpinan DPRD Sulsel sangat mengapresiasi kinerja panitia hak angket. Hanya saja, katanya, masih banyak redaksi dan susunan kalimat dalam laporan pansus yang mesti diperbaiki terlebih dahulu, sebelum masuk dalam rapat paripurna.

“Kita semua mengapresiasi hasil kinerja pansus yang sangat luar biasa, karena menghasilkan laporan sampai setebal 104 halaman. Itu saya kira sangat luar biasa. Mereka bekerja hampir siang dan malam, untuk menyelidiki fakta-fakta apakah terkait dengan asumsi kita.

Namun sejumlah poin dalam kesimpulan rekomendasi itu, belum disepakati oleh sebagian besar peserta rapat, karena masih ada susunannya yang perlu diperbaiki,” bebernya.

Menurut Ketua DPD Demokrat Sulsel itu, panitia hak angket diberi waktu selama tiga hari ke depan atau sampai Jumat (23/8/2019) mendatang, untuk memperbaiki laporannya.

“Kita putuskan untuk memberi kesempatan selama 3 hari kepada pansus, untuk memperbaiki laporannya. Dan itu akan kita bahas ulang kembali dalam rapim pada Jumat (23/8/2019) pukul 10 pagi. Kalau klir, maka kita akan melakukan rapat paripurna pada siang harinya di hari yang sama (Jumat). Hal ini karena batas waktu kerja pansus itu sudah berakhir pada 24 Agustus,” katanya.

Ulla menegaskan kembali, bahwa tak ada faktor lain sehingga rapat paripurna hak angket itu terus mengalami penundaan. Menurutnya, penundaan tersebut, murni karena faktor teknis laporan.

“Ada beberapa hal teknis dalam laporan panitia hak angket yang masih butuh koreksi dan perbaikan. Makanya, kita beri waktu tiga hari itu untuk melakukan perbaikan, untuk selanjutnya kita bahas ulang pada Jumat nanti,” demikian Ulla.

Sekadar diketahui, ini untuk kedua kalinya rapat paripurna hak angket tertunda. Sebelumnya, rapat paripurna ini dijadwalkan pada Jumat (16/8/2019) lalu, sebelum kemudian ditunda pada Senin (19/8/2019) hari ini. Meski pada akhirnya kembali harus tertunda lagi. (alb/idr)

Click to comment

Most Popular

To Top