Luwu Timur

Usulan Alih Fungsi Hutan Diakomodir KemenLHK

LUTIM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu Timur menerima Surat Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan tentang peta Perubahan Peruntukan Kawasan Hutan, Perubahan Fungsi Kawasan Hutan, dan Penunjukan Bukan Kawasan menjadi kawasan hutan di Provinsi Sulawesi Selatan.

“Alhamdulillah, sebagian besar usulan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur untuk pengalihan fungsi kawasan hutan telah diakomodir KemenLHK,”ungkap Wakil Bupati Luwu Timur Irwan Bachry Syam saat Penyerahan SK bernomor SK.362/Menlhk/Setjen/PLA.0/5/2019 tertanggal 28 Mei 2019 yang dilaksankan di Ruang Rapat Pimpinan Lantai 2 Kantor Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan, Senin, 19 Agustus 2019.

Menurut Irwan, Sekretaris Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan (KemenLHK ) Yuyu Rahayu dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa, tidak semua usulan yang disampaikan seluas sekitar 300.000 ha se Sulawesi Selatan dapat dipenuhi.

“Hanya sekitar 90.000 ha saja yang diakomodir setelah melalui tahap pengujian dan verifikasi tim terpadu review RTRW Sulsel Substansi kehutanan,” kata Irwan.

Maka dari itu, Kata Irwan, Kita (Pemkab Luwu Timur,red) patut bersyukur, sebab dari grand total usulan kita untuk perubahan peruntukan dan perubahan fungsi kawasan sebanyak 80.934,36 ha dapat diakomodir sebanyak 43.007,66 ha atau setara 53,14%.

Tentunya, hal ini berdampak positif bagi masyarakat Luwu Timur dan kami selaku pemerintah daerah dapat memaksimalkan segala upaya guna pemanfaatan lahan pengalihan ini untuk pembangunan demi kepentingan masyarakat Luwu Timur.

“Meski demikian, kita tetap harus menjaga hutan, sebagai sumber air apalagi kita di Luwu Timur ini, Jangan biarkan penebangan liar oleh oknum tak bertanggung jawab. Alih fungsi ini harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” himbau Irwan.

Sekedar diketahui , usulan perubahan peruntukan dari kawasan hutan menjadi non kawasan sebanyak 47.564,15 ha diakomodir seluas 22.221,21 ha.
Untuk usulan perubahan fungsi kawasan seluas 33.370,21 ha berubah fungsi dari hutan lindung menjadi hutan produksi seluas 9.878,02 ha dan menjadi hutan produksi terbatas seluas 10.908,44 ha. (krm/him)

Click to comment

Most Popular

To Top