Utama

Tiga Jam Dikubur, Bayi Baru Lahir Tetap Hidup

* Dtemukan di Kolong Rumah Tetangga Ibunya

PALOPO — Warga di Kelurahan Ponjalae, Kecamatan Wara Timur, Kota Palopo digegerkan dengan ditemukannya seorang bayi baru lahir yang dikubur hidup-hidup di sebuah kolong rumah warga.

Kejadian itu terjadi sekira, Kamis dini hari, 5 September 2019, kemarin. Dimana pada pukul, 03:15 Wita, dini hari, bayi mungil tak berdosa itu, ditemukan Haslinda (35), tertimbun di bawah kolong rumahnya dalam keadaan masih hidup.

Selama 3 jam lamanya, bayi berjenis kelamin laki-laki dengan berat 2,4 kilo gram itu, baru diangkat kemudian dimasukkan ke dalam rumah.

Informasi di TKP menyebutkan, sekira pukul, 12:00 Wita, tengah malam, lalu, terdengar suara tangisan bayi di bawah kolong rumah Haslinda.

Karena takut, Linda, sapaannya bersama kakaknya memilih untuk tidak keluar.
Nanti pada pukul 03:00 Wita, kemudian penghuni rumah terus diganggu dengan suara tangisan, barulah Linda memilih keluar untuk mencari keberadaan tangisan bayi.

Akhirnya, Linda, melihat ada percikan darah yang tercecer di atas tanah tempat bayi ditimbun.

Linda, dengan sangat hati-hati kemudian mengangkat bayi yang posisinya tengkurap sambil menangis.
Pada pusar bayipun juga masih menempel sebagian potongan ari-ari.

“Saya mengangkat bayi dan membawanya masuk ke rumah. Kemudian, saya mengambil sarung dan meletakkan bayi tersebut di atas sebuah tempat yang layak,” kata Linda kepada Palopo Pos, di kediamannya, Kamis, 5 September 2019.

Setelah membersihkan tubuh bayi, aparat kepolisian yang sudah berada di TKP selanjutnya membawa bayi berkulit putih itu ke Rumah Sakit (RS) St Madyang, Kota Palopo, untuk mendapat perawatan intensif.

Sang ibu bayi dalam hal ini terduga pelaku, inisial EI (22) warga Ponjalae, terkuak setelah mengalami pendarahan hebat sehingga dilarikan kerabatnya ke salah satu rumah sakit ternama di Kota Palopo.
“Sampai pukul, 16:70 Wita, sore kemarin, kondisi bayi dalam keadaan sehat,” ucap Linda.

Sementara itu, Ian, salah satu warga sekitar yang juga turut menyaksikan evakuasi penggalian bayi dari dalam tanah menyebutkan, rumah milik Linda adalah rumah panggung kayu.

Di bagian kolong rumah masih berupa tanah gembur dan pada malam hari sangat gelap. Di samping kiri ada jalan setapak serta penerangan. Hanya saja, masih berjauhan dari rumah. Tak jauh dari rumah terdapat drainase yang berada disekeliling.

Salah seorang kerabat dari ibu bayi yang namanya minta tidak dipublikasi, kepada Palopo Pos, menceritakan kronologi kejadiannya. Sekira pukul 12:00 Wita tengah malam.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Palopo, AKP Ardy Yusuf SE SIk, mengatakan, identitas ibu dari bayi telah diketahui, yakni inisial EI (22).
Pelaku tercatat berdomisili di sekitar TKP.

Pihaknya belum bisa mengambil keterangan dari sang ibu lantaran kondisinya masih terbaring lemas di salah satu rumah sakit yang ada di Kota Palopo.

Kondisi fisikologi sang ibu dikabarkan lemas, karena mengalami pendarahan hebat. “Kita sudah datangi RS tempat ibu bayi dirawat. Nanti kalau kondisinya sudah membaik barulah kita ambil keterangannya,” ujar Ardy Yusuf.

Kendati demikian, perwira tiga balok itu, menyebut ada unsur pidana dalam kasus tersebut, dimana terduga ibu bayi yang masih berusia 22 tahun tersebut, diganjar pasal 308 KUHP jo pasal 305 KUHP dengan ancaman 5-8 tahun kurangan penjara. “Untuk sementara motifnya hamil di luar nikah,” tegasnya.

Dari pantauan Palopo Pos di lokasi, rumah terduga pelaku dalam hal ini ibu bayi merupakan tetangga dari Haslinda.(ded/idr)

Data Fakta Bayi Baru Lahir Dikubur Hidup-hidup

1. Diperkirakan bayi lahir, Rabu, 4 September 2019, jelang tengah malam.
2. Bayi dikubur sekira pukul 12:00 Wita
3. Bayi dikubur di rumah panggung kayu tetangga, di bawah kolong.
4. Kondisi kolong rumah saat malam gelap gulita.
5. Bayi dikubur dalam posisi tengkurap dengan ari-ari masih menempel sebagian.
6. Bayi terus menangis dan didengar pemilik rumah.
7. Barulah pukul 03:00 Wita, pemilik rumah memberanikan diri mengecek suara tangisan.
8. Pemilik rumah melihat banyak ceceran darah di kolong rumahnya, dan punggung bayi.
9. Bayi lalu diangkat dan dibersihkan.
10. Bayi dibawa masuk ke rumah dan diselimuti.
11. Anggota Polres Palopo datang ke lokasi.

Click to comment

Most Popular

To Top