Utama

Orang Tua Bayi akan Dinikahkan

PALOPO — Kasus penemuan bayi yang dikubur hidup-hidup menggemparkan Kota Palopo, akhirnya terkuak. Ibu bayi inisial EI (22) adalah warga Ponjalae, Kota Palopo.

Dari pantauan Palopo Pos di salah satu rumah sakit swasta di Kota Palopo, tempat ibu sang bayi dirawat kondisinya berangsur membaik setelah sebelumnya mengalami pendarahan. Begitupun dengan bayi mungil yang nyaris menjadi korban kebiadapan EI, juga dalam kondisi baik.
EI dan bayi yang belum diberi nama itu, masing-masing dirawat Rumah Sakit (RS) berbeda di Kota Palopo.

Informasi yang dihimpun Palopo Pos, menyebutkan, kedua keluarga berencana akan menikahkan EI dan lelaki yang menghamilinya. Pasalnya, kelahiran bayi terjadi di luar nikah.

Identitas lelakinya masih dirahasiakan, namun alamatnya disebut di salah satu Desa Lamasi Pantai, Kecamatan Walenrang, Kabupaten Luwu.
Pihak RS St Madyang, tempat sang bayi dirawat, kepada Palopo Pos, mengatakan, pasca penemuan bayi hingga, Jumat, 6 September 2019, dalam kondisi sehat.

Bayi laki-laki tersebut juga mendapat perawatan khusus di ruang Peri Napeli/IGD dan Perawatan Neonatologi Rumah Sakit St Madyang Kota Palopo.
Pihak RS memastikan kondisi bayi laki-laki dalam keadaan sehat, meski memiliki luka kecil dibagian belakang.

“Beratnya, 2,4 kg, lahir prematur. Tapi semuanya normal tanpa alami cacat fisik,” kata Kepala Peri Napeli/IGD dan Perawatan Neonatologi Rumah Sakit St Madyang Kota Palopo, Anti Pertiwi, Jumat siang, kemarin.
Dirinya berjanji, akan memberikan pelayanan secara khusus dan maksimal sebelum diserahkan kepada keluarganya.

“Jujur, sebelum diketahui siapa orang tuanya, banyak warga yang ingin mengadopsi bayi ini. Karena orang tuanya sudah diketahui, bahkan beberapa keluarganya sudah datang melihat kondisi terakhir sang bayi,” ucapnya.
Terpisah, Kasat Reskrim Polres Palopo, AKP Ardy Yusuf SE SIk, mengatakan, pihaknya akan mengkroscek kondisi ibu bayi.

“Jika sudah baik, maka akan diambil keterangannya, begitupun dengan lelaki yang telah menghamilinya (bapak si bayi,red),” tegas Kasat Reskrim saat ditemui Palopo Pos di RS St Madyang.

Kendati demikian, Kasat Reskrim menyebut ada unsur pidana dalam kasus tersebut, dimana terduga ibu bayi yang masih berusia 22 tahun tersebut, diganjar pasal 308 KUHP jo pasal 305 KUHP dengan ancaman 5-8 tahun kurangan penjara. (ded/idr)



Click to comment

Most Popular

To Top