Ekonomi

Agustus, Palopo Deflasi 0,02 Persen

ilustrasi

PALOPO-– Pada Agustus 2019, Palopo kembali mengalami deflasi. Kali ini sebesar 0,02 persen. Pada bulan Juli lalu, kota ini juga deflasi sebesar 0,13 persen. Sepanjang tahun ini, terjadi tiga kali deflasi dan lima kali inflasi.

Menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Palopo, Ruben SE yang dikonfirmasi Palopo Pos, Selasa, 10 September 2019, deflasi pada Agustus sebesar 0,02 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 136,35. Dari tujuh kelompok pengeluaran, lima kelompok mengalami inflasi, dua kelompok mengalami deflasi. Deflasi terdalam dialami oleh kelompok bahan makanan 0,80 persen dengan IHK sebesar 158,26 persen.

Deflasi terjadi karena adanya perubahan harga yang ditunjukkan oleh penurunan nilai indeks dua kelompok pengeluaran yaitu kelompok bahan makanan sebesar 0,80 persen dan kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,07 persen.

Beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga tertinggi pada Agustus 2019, antara lain sawi hijau, tomat sayur, dan bayam.
Pada Agustus 2019 beberapa kelompok pengeluaran yang memberi andil inflasi yaitu kelompok bahan makanan sebesar -0,22 persen. Kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar -0,01 persen.

Kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,00 persen. Kelompok sandang sebesar 0,05 persen. Kelompok kesehatan sebesar 0,00. Kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,17 persen. Dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,00 persen.

Pada bulan Agustus 2019 tercatat bahwa di kabupaten/kota penghitung inflasi nasional wilayah Sulawesi Selatan, hanya Palopo yang tidak inflasi. Melainkan deflasi sebesar 0,02 persen. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Watampone sebesar 0,72 persen. Disusul Makassar inflasi 0,39 persen, Bulukumba 0,28%, dan Pare-pare 0,04%. Provinsi Sulawesi Selatan tercatat inflasi sebesar 0,36 persen, sedangkan Indonesia mengalami inflasi sebesar 0,12 persen. (ikh)

Click to comment

Most Popular

To Top