Utama

Australia Bidik Seko Pusat Pengembangan Ternak

* Diungkap Gubernur NA Ketika Meresmikan Hotel Atriam

PALOPO –— Jangan ragukan keberpihakan Gubernur Sulsel Prof Dr Nurdin Abdullah, M.Agr ke Luwu Raya. Komitmen Gubernur Sulsel bersama kepala daerah se Luwu Raya cukup kelihatan. Gubernur Sulsel di lima tahun kepempinannya akan terus mendorong percepatan pembangunan.

Termasuk mengajak pemerintah Australia untuk menjadikan Seko dan Rampi sebagai pusat pengembangan ternak. Harapan Pemprov Sulsel jadi lumbung daging nasional segera terwujud.

”Australia sudah ke Seko. Mereka sudah intip Seko untuk dijadikan pusat pengembangan ternak. Jadi lumbung daging nasional,” tegas Gubernur Sulsel Prof Dr HM Nurdin Abdullah, dalam sambutannya pada acara peresmian Hotel Atriam Palopo, Senin 9 September 2019, kemarin.

Makanya, lanjut gubernur Sulsel, jalan ke Seko dan Rampi terus dibenahi. Tujuannya apa? ”Supaya mendukung program pembangunan yang sedang direncanakan daerah dan provinsi, termasuk memudahkan akses jalan dan mewujudkan Seko sebagai pusat pengembangan sapi,” terangnya. ”Insya Allah, tahun ini sudah selesai. Jalannya. Tahun depan dilakukan over lay,” lanjut gubernur Sulsel.

Kata dia, pembangunan ruas jalan Seko akan tembus ke Palu, Sulteng. Nanti kalau mau ke Palu, bisa lewat Seko. Karena sangat dekat tidak mesti lagi lewat Poso. “Kita mau jadikan ruas ini wilayah segi tiga emas. Dekat ke Palu dan juga Mamuju, Sulbar,” urai gubernur.

Dikatakan Prof Nurdin, dengan pembangunan infrastruktur jalan akan memudahkan akses ke seluruh pelosok di Luwu Raya dan Toraja. Selain menjalin kerjasama sampai ke Australia, Gubernur Sulsel
sampai ke London mengajak investor masuk. Alhamdulillah investor asal London akan datang ke Sulsel. Juga mau ke Toraja dan melihat destinasi wisata.

Ia melihat Luwu Raya sangat unik. Ada sesuatu selama ini. Ya, ada ketidakadilan. Karena setiap mau masuk tahun politik, aspirasinya selalu mau bentuk provinsi. Dengan kondisi yang ada sekarang, masih sangat berat untuk mewujudkan aspirasi tersebut. Makanya, tugas saya menyapkan baik-baik infrastruktur. Ini harus terpenuhi. Baru persiapkan provinsi. Kalau sekarang sangat berat. APBD sangat terbatas,” urai dia.

Syamsul Rizal Syam, SE, M.B.A, kepala biro organisasi dan tata laksana Pemerintah Provinsi Sulsel, mengatakan, Gubernur Sulsel sangat realistis. Memang, wilayah Luwu Raya sangat potensial. Potensial dari segi pertanian, perkebunan. Makanya, dia (gubernur, red) selalu katakan masa depan Sulsel ada di Luwu Raya. ”Cuma kendalanya masih tekendala infrastruktur. Contohnya ke Seko.

Makanya, lima tahun ke depan bangun infrastruktur. Dengan harapan infrastruktur menarik investasi masuk,” papar Syamsul Rizal. Kalau investasi masuk, lanjut dia, masyarakat jangan ditinggalkan. Masyarakat harus masuk terlibat. Misalnya, pengembangan sapi. Masyarakat di situ harus dilibatkan. ”Jadi masyarakat ikut menikmati investasi. Pak gub di pemerintahannya akan konsen bangun infrastruktur. Menghubungkan dengan daerah lain,” SyamsuL Rizal menambahkan.

Komitmen gubernur Sulsel tidak perlu diragukan dalam mendorong percepatan pembangunan. ”Itu dapat kita lihat dari berbagai kunjungan-kunjungannya ke sini. Beliau sangat konsen membangun Luwu Raya,” terangnya.(ary)

Click to comment

Most Popular

To Top