Utama

Miliki Tiga Pabrik Konstruksi Baja, Putra Bajo Berbagi Tips Sukses

* Di Dialog Budaya FKN

PALOPO — Dialog Budaya dan Talkshow Festival Keraton Nusantara (FKN) XIII 2019 Tana Luwu menghadirkan Wija to Luwu, Budi Harta Winata, Bos PT Artha Mas Graha Andalan yang sukses di Jakarta, di Saodenrae Convention Centre, Selasa 10 September 2019 kemarin.

Pemilik Perusahan Kontruksi Baja yang memiliki ribuan karyawan ini, berbagi kisah hidup dengan peserta Dialog Budaya. Dirinya bukanlah orang lain, merupakan orang Luwu, Ayahnya putra asli Bajo, bahkan masa SD dan SMP dihabiskan di Bajo. Pendidikan menengah atasnya diselesaikan di SMKN 2 Palopo.

“Kalau dulu, waktu sekolah di SMK 2 Palopo, sekitar tahun 1994, kami maggubuk di sekitar sekolah, susah betul kehidupan, bahkan mandi saja susah, sampai-sampai, kita cari-cari air di sekitar sungai,” sebutnya.

Namun hal inilah, kata dia, menjadi pelecut buat dirinya, untuk bisa menjadi orang. Dirinya bercita-cita jadi orang kaya, tidak ingin menderita terus. Setelah lulus dari sekolah dirinya langsung merantau ke Jakarta, disana Budi Harta kembali dengan suasana kos-kosan.

“Kita kembali maggubuk, tapi saya berdoa waktu itu, saya ingin jadi pengusaha dan jadi orang kaya, Alhamdulillah, di usia 32 sudah punya usah sendiri,” katanya.

Dikatakan Budi, dirinya merupakan kontraktor konstruksi baja dengan memiliki tiga pabrik, seluas 9 hektar, sekitar seribuan karyawan. Berbagai proyek dari sabang sampai merauke dikerjakannya. Seperti saat ini dirinya mengerjakan Bandara Kulonprogo.

“Pembangunannya menelan anggaran sekitar tiga ratus miliar,” sebut Budi yang memilki perusahaan dari berbagai jenis usaha.
Untuk meraih itu semua, ungkap Budi, tidak lahir begitu saja, ada beberapa hal yang dilakukannya.

Yakni yang pertama berdoa, dirinya sangat yakin, yang paling pertama merubah nasib seseorang itu adalah doa, pokoknya kalau ada keinginan berdoa saja, bahkan suatu hari dirinya menginginkan sebuah mobil mewah, dirinya berdoa, besoknya dapat rejeki, diberi seorang teman.

Bahkan apa yang dicapainya ini berkat doa. Ketika berumur 19 tahun, dan itu berawal ketika berumur 32 tahun, membuka usaha bengkel. Umur 35 tahun dirinya sudah jadi pengusaha.

“Jadi yang membedakan kita itu doa, pokoknya perbaiki salat dan doa, tapi tidak semua orang bisa berdoa,” sebutnya.

Disebutkan Budi, selain itu, jadikan orang tua sebagai raja. Coba lihat dalam sebuah keluarga, jika ada yang sukses, biasanya sang anak betul-betul merawat orang tuanya. Sementara yang susah hidupnya, biasanya yang bikin susah orang tuanya. Jadi kalau mau jadi pemenang, perbaiki hubungan dengan orang tua, jadikan mereka raja.

“Pokoknya ada lima, tadi ada dua, senantiasa berdoa, jadikan orang tua sebagai raja, kemudian hubungan dengan orang lain, rajin bersedekah serta bersyukur,” terangnya.

Wakil Wali Kota Palopo, Dr Rahmat Masri Bandaso, M.Si yag hadir pada dialog tersebut menyebutkan bahwa, kehadiran Budi Harta Winata pada Dialog Budaya dan Talkshow FKN XIII 2019 sebuah keberkahan tersendiri.”Saya sebenranya sering mendengar namanya, tapi baru ketemu dengan orangnya,” sebutnya.

Dikatakan Rahmat, apa yang dipaparkan oleh Budi Harta sesuai dengan hasil sebuah penelitian di barat tentang orang sukses. Dirinya berharap, inspirasi yang dibagikan oleh Budi Harta dapat pelecut bagi peserta untuk bisa menjadi seorang entrepreneur.

“Pengalaman Budi Harta ini, mesti jadi pelajaran berharga bagi adik-adik, eperti Ibu Nila yang juga seorang entrepreneurship,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Ketua FKN, Dr Suaedi menyebutkan bahwa, adapun Dialog Budaya dan Talkshow FKN XIII 2019 mendatangkan Budi Harta Winata yang domderatori Ketua Stikes Mega Buana Palopo, Dr Nilawati Uly, Apt, M.Kes. Merupakan cara panitia menghadirkan suasana akademik dalam kegiatan yang penuh dengan adat dan budaya.

“Kehadiran beliau ini berbagi inspirasi bagi generasi muda untuk menjadi seorang pengusaha sukses,” sebutnya.
Untuk diketahui Dialog Budaya dan Talkshow FKN XIII 2019 Tana Luwu di hari Selasa, 11 September 2019 kemarin dilakukan dua sesi. Dimana untuk sesi pertama menghadirkan Akademisi Unhas, penulis buku Lagaligo, Prof Dr Nurhayati serta Kanjeng Pangeran (KPH) Eddy Wirabhumi suami dari Sekjen FKIKN, Dra Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Wandansari Koes Moertiyah pada pukul 09.00-12.00 dimoderatori Wakil Rektor III IAIN Palopo.

Sementara itu sesi dua digelar pada pukul 16.00-18.00 dengan menghadirkan Pengusaha sukses asal Tana Luwu, Budi Harta Winata yang dimoderatori Ketua Stikes Mega Buana Palopo, Dr Nilawati Uly, Apt, M.Kes. Adapun kegiatan tersebut dihadiri oleh para dosen, mahasiswa, peserta FKN serta insan akademik Kota Palopo.(ich/idr)

Click to comment

Most Popular

To Top