Metro

Pemda se Luwu Raya Harus Mantapkan Destinasi Wisata

MAKASSAR-– Anggota DPRD Sulsel, Dr H Husmaruddin SE MM meminta Pemerintah Daerah (Pemda) se Luwu Raya untuk memantapkan destinasi wisata di wilayah masing-masing. Seperti di Kab. Luwu dan Luwu Utara, mesti mengembangkan wisata sejarah masuknya Islam.

Di Luwu misalnya, monumen pendaratan Islam di Lapandoso, Kec, Bua, sudah harus direvitalisasi supaya pengunjung nyaman untuk berkunjung di sini. Di Luwu juga, mengembangkan wisata bahari dan wisata alam air terjun yang disertai dengan pembangunan hotel berbintang di sekitar Bandara Bua.

Lalu di Luwu Utara, dikembangkan wisata sejarah masuknya Islam oleh Datuk Sulaeman. Kalau perlu, dibangun museum masuknya Islam di Malangke, Lutra. Supaya orang yang berkunjung ke Makam Datuk Sulaeman atau Datuk Pattimang bisa melihat visualisasi jejak dan perjalanan Datuk Sulaeman menyebarkan ajaran Islam di Tanah Luwu sebagai pintu masuk penyebaran Islam di Sulsel.

Kemudian di Palopo, Pemkot sebaiknya mewujudkan Menara Payung yang diisi dengan identitas sejarah, budaya, dan ekonomi Kota Palopo. Dan Luwu Timur, mengembangan Festival Danau Matano, pembangunan museum Batara Guru yang didalamnya menyimpan replika kitab I Lagaligo, termasuk visualisasi kisah Sawerigading. Mengingat terdapat beberapa situs yang mengisahkan Sawerigading di Lutim seperti Sungai Ussu, Bulu Poloe, dan sebagainya.

Pengembangan destinasi wisata pada empat kabupaten/kota di Luwu Raya (Luwu, Palopo, Luwu Utara, dan Luwu Timur) harus dibarengi dengan pengembangan ekonomi daerah di masing-masing daerah. Sehingga nantinya, bisa dijadikan Kawasan Ekonomi Khusus dengan produk unggulan masing-masing daerah.

”Setelah berkembang, dengan ditunjang pembangunan infrastruktur, dengan sendirinya siap jadi Provinsi Tanah Luwu,” tandas legislator PAN asal Dapil Luwu Raya ini. (ikh)

Click to comment

Most Popular

To Top