Ragam

Sebaiknya Anggaran FKN Ditarik ke Pusat

* Syamul Rizal Berharap Lahir dari Rekomendasi Musyawarah Agung Raja-raja

PALOPO –— Festival Keraton Nusantara (FKN) sedang berlangsung. Kedatuan Luwu tuan rumah FKN XIII Tahun 2019. FKN ini jadi ajang pemersatu seni budaya dari berbagai daerah. Sekaligus mempererat tali silaturahmi. Makanya, event nasional bahkan internasional ini perlu mendapat perhatian khusus.

Dari siapa? Tentu perlu perhatian dari pemerintah pusat. Sehingga sudah perlu Forum Komunikasi dan Informasi Keraton Nusantara (FKIKN) mendorong pelibatan pusat dalam merancang FKN di masa datang. Sebaiknya anggaran FKN ditarik ke pusat.

”FKN ini jangan hanya sebatas seremoni, tapi dalamnya perlu ada nilai edukasi. Perlu pemahaman nilai budaya yang beraneka ragam di Indonesia,” tandas Syamsul Rizal Syam, SE, M.B.A, kepala biro organisasi dan tatalaksana Pemerintah Provinsi Sulsel, kepada Palopo Pos, di salah satu warkop di Jalan Kelapa, kemarin.

FKN sebenarnya salah satu program pemerintah. Tugas dan tanggungjawab pemerintah memelihara nilai budaya yang ada dari berbagai daerah. Mulai dari sabang sampai merauke. Nilai budaya harus terus dilestarikan dan dikembangkan. Hal ini perlu dilakukan guna membangun sebuah karakter bangsa sebagai ‘national character building’ (pembangunan karakter nasional).

”Bukankah jati diri bangsa bersumber dari nilai budaya. Budayalah mengikatkan kita untuk mempersatukan keberagaman yang ada di Indonesia,” sebut mantan sekkot Palopo ini.

Syamsul Rizal khawatir kalau budaya tidak dipelihara, suatu saat akan asing dengan jati diri. ”Karena, jati diri kita itu adalah budaya,” tegasnya.
”Kalau bisa ke depan FKN lebih bagus. Harus dirancang dengan baik dari sekarang. Harapannya kalau dari FKN ini lahir yang namanya sifat sipakatau, sipakalebbi. Jadi, masuk suatu daerah, harus bisa beradaptasi dengan budaya setempat,” lanjut kepala biro organisasi tatalaksana Pemprov Sulsel.

Mengingat FKN adalah sebuah kegiatan yang sangat sakral karena diikuti berbagai kerajaan se nusantara, bahkan ada dari manca negara, Syamsul Rizal, mengusulkan pada musyawarah agung raja-raja se nusantara agar memasukkan salah satu poin rekomendasinya. Anggaran FKN sebaiknya ditarik ke pemerintah pusat. ”Hampir setiap daerah kewalahan dari segi pendanaan. Ini persoalan klasik. Padahal, kita tahu bahwa event ini adalah event nasional. Jadi saya kira

perlu dianggarkan lewat APBN,” tegas Syamsul Rizal yang hadir di Palopo khusus mendampingi Gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah.
Di kegiatan ini, semua keraton nusantara ikut ambil bagian. Selain itu, urai dia, saat Indonesia merdeka, mereka rela melepaskan wilayah kekuasaan untuk gabung ke NKRI.

”Ini saya kira perlu dipikirkan. Pemerintah pusat harus full membiayai pagelaran FKN di daerah yang jadi tuan rumah FKN. Anggaran ini untuk membiayai penyelenggaraan FKN di daerah yang ditunjuk sebagai tuan rumah,” terang bija to Luwu ini.

”Sekali lagi saya ingatkan, memelihara dan mengembangkan budaya daerah adalah tugas pemerintah. FKN harusnya jadi event pusat. Saya juga berharap di musyawarah Agung bisa lahir rekomendasi ini. Meminta pusat untuk anggarkan FKN berikutnya,” paparnya.

Anggaran Rp20 miliar sampai Rp40 miliar untuk FKN aklan lebih terasa manfaatnya ketimbang pembangunan jalan tol.
Bagaimana melihat FKN yang sedang berjalan? Terakhir, Syamsul Rizal yang tampil santai sambil menikmati secangkir kopi, mengaku salut dengan kinerja panitia FKN yang bekerja keras untuk mensukseskan kegiatan besar ini. Walau dia berada di luar kepanitiaan, ia terus memantau perkembangan dari Makassar selama ini. ”Saya pribadi jangan menyalahkan panitia. Mereka sudah maksimal kerja,” imbuhnya, serius.

Untuk diketahui, Musyawarah Agung di ruang pola kantor wali kota Palopo merupakan rangkaian dari kegiatan FKN. Musyawarah agung sudah berlangsung malam tadi. Musyawarah agung ini diikuti semua raja-raja dan sultan dari berbagai kerajaan dan kesultanan.

Isra, salah seorang pemerhati budaya di Palopo, mengatakan, tidak mudah melaksaakan event sekelas FKN ini. Ia mensupport panitia FKN untuk bekerja maksimal demi kesuksesan acara FKN. ”Kita harus beri apresiasi panitia FKN. Mereka saya lihat bekerja siang dan malam untuk mempersiapkan event ini. Sampai selesai,” ucapnya.(ary)

Click to comment

Most Popular

To Top