Toraja

Warga Langda Tewas, 11 Polisi Diperiksa

*Diawali dari Pembubaran Judi Sabung Ayam

MAKALE–Puluhan keluarga, Para Senobua, korban yang meninggal dunia akibat dari penggerebekan arena judi sabung ayam di beberapa waktu lalu, mendatangi Polres Tana Toraja.

Senin, 9 September 2019, keluarga korban didampingi anggota DPRD Tana Toraja terpilih, Andre Tulak, menduduki Polres Tana Toraja, untuk meminta kejelasan kematian Para Senobua yang dinilai janggal.

Diketahui bahwa, Para Senobau, merupakan korban insedent pada pembubaran judi sabung ayam di Lembang Langda, Kecamatan Sopai, Toraja Utara (Torut), beberapa bulan lalu.

Para meninggal setelah mendapat penanganan di RS Elim Rantepao, akibat luka di bagian leher. Diduga kuat, kematiannya ada kaitannya dengan aksi kekerasan yang dilakukan aparat terhadap Para.

Terkait dengan kasus tersebut,
Kasi Propam Polres Tana Toraja, Ipda Cons L.W, yang menemui keluarga Para Senobua, mengatakan, terkait dengan kasus tersebut sebanyak 11 personil Polres Tana Toraja telah diperiksa.

“Ada 11 orang anggota yang ikut saat pembubaran sabung ayam telah kita mintai keterangan,” ungkap Cons, membeberkan perekambangan penyelidikan di Mapolres Tana Toraja.

Dia menjelaskan saat ini penyelidikan masih berproses.
“Kami yakinkan kepada keluarga bahwa proses penyelidikan ini jujur dan terbuka. Tak ada yang kami tutup-tutupi,” imbuhnya.

Terpisah, kakak kandung korban, Tamsir Senobua’ menegaskan akan terus mengusut perkembangan penyidikan hingga ada kepastian hukum yang jelas.

“Kita akan tetap pantau perkembangan penyidikan ini hingga ada kejelasan dan jika tidak tuntas dengan cepat maka kasus ini akan di lanjutkan ke Polda atau bila perlu ke Mabes,” ujar Tamsir.

Pihak keluarga tetap berpegang pada hasil visum dokter yang menyatakan luka pada bagian leher Para Senobua akibat terkena benda tajam, dengan luka yang halus dan tidak ada memar.(mg2/ded)



Click to comment

Most Popular

To Top