Kriminal

Satpol-PP Bentrok di Pancasila

*Salah Paham dengan Pedagang

PALOPO–Masyarakat di seputaran Lapangan Pancasila Kota Palopo, dihebohkan dengan aksi baku pukul, yang melibatkan oknum anggota Satuan Polisi-Pamong Poraja (Satpol-PP) dan pedagang es tea-tea.

Bentrok yang berlangsung sekira 15 menit itu terjadi, sekira pukul, 19.30 Wita, Rabu malam, 11 September 2019. Tidak ada korban jiwa, tetapi akibat saling baku pukul, membuat sejumlah pedagang maupun anggota Satpol-PP mengalami memar.

Itu bermula saat, salah seorang pedagang es tea, Rezky (20) warga Perum Nyiur Permai, Kota Palopo, sedang mempersiapkan segala kebutuhan untuk menjual es tea.
Saat itu, motor Rezky diparkir ditempat biasa dekat lapak jualannya.

Tiba-tiba muncuk anggota Satpol-PP inisial HS, menyuruh memindahkan parkir motor dibelakag.
“Kemudian saya mau pergi ambil grobak untuk dibuka, tiba-tiba HS dengan arogan mengeluarkan kata-kata kotor.  Disitulah saya tidak terima dan mengadukan peristiwa itu ke keluarga kami,” kata Rezky, kepada Palopo Pos Kamis, 12 September 2019.

Setelah massa berkumpul di depan Kantor Satpol-PP untuk meminta klarifikasi muncul HS sambil pasang dada seperti ingin menerkam keluarga yang datang baik-baik.
“Karena emosi, kami pun tidak tawar, terjadi baku pukul yang tak terelakkan,” ucapnya.

Sementara itu, Kasatpol-PP Ade Candra yang dihubungi ponselnya, dengan nomor 082196563888, untuk dimintai keterangan bernada diluar jangkauan.

Kasus tersebut akhirnya sampai di Polsek Wara. Rezky, keberatan dan melaporkan HS ke polisi.
Namun, kedua bela pihak sepakat damai dan diberikan pembinaan selanjutnya dipulangkan ke rumah.
“Betul, kedua bela pihak sepakat damai di Polsek Wara,” tegas Kanit Reskrim Polsek Wara, Ipda Andi Akbar. (ded/him)

Click to comment

Most Popular

To Top