Utama

Kades Terpilih di Bastem, Dilapor Menyuap Pemilih

ilustrasi

BELOPA — Kepala desa (Kades) terpilih Mappetajang, Kecamatan Bastem, Kabupaten Luwu, Hilal terpaksa berurusan dengan aparat kepolisian.
Ia diduga terlibat kasus penyuapan kepada warga dalam pilkades yang dihelat, Rabu 18 September 2019. Barang bukti berupa uang tunai senilai Rp6,5 juta turut diamankan.

Diketahui, Kades Hilal berstatus incumbent nomor urut 02, merupakan salah satu kontestan dalam Pilkades Serentak di Luwu.
Hilal menang selisih satu suara yakni, 126 melawan pesaingnya atas nama Arifin Gelo nomor urut 01 dengan 125 suara.

Terungkapnya peristiwa itu setelah beberapa warga Desa Mappetajang mengaku diberi uang dari sang oknum kades. Tujuannya agar masyarakat memilih dirinya. Selanjutnya, salah satu warga sekitar langsung melaporkan peristiwa itu tepatnya malam sebelum pelaksanaan pemilihan, Selasa 17 September ke Mapolres Luwu.

Kepala BPD, Desa Mappetajang, Sinar yang tak lain adalah pelapor telah mengaku telah memberikan keterangan kepada penyidik Polres Luwu. Selain itu, beberapa tim dari calon incumbent dan warga yang mendapati uang dugaan suap itu turut memberikan keterangan kepada penyidik.

“Saya dan beberapa warga yang menerima, dan si pemberi uang tersebut malam sebelumnya diperiksa penyidik. Uang itu adalah milik calon 02,” terang Sinar, kepada Palopo Pos, Rabu malam.

Sinar yang tak lain salah satu tim dari calon 01 mengaku pemberian uang kepada warga bervariasi yakni, Rp500 ribu hingga Rp2 juta. Mengetahui adanya peristiwa itu warga yang menerima uang itu langsung melaporkan ke pihak tim 01. “Warga yang menerima uang itu melaporkan ke kami.

Selanjutnya kami laporkan ke Polres Luwu. Bahkan malam itu juga kami diperiksa dan memberikan keterangan kepada penyidik,” katanya.
Bahkan, dalam keterangannya warga yang menerima uang itu diberi langsung dari sang calon tak lain adalah Kades Mappetajang. Termasuk beberapa tim dari dari 02 yang terjun memberi uang kepada warga.

Tidak hanya itu, calon atas nama Arifin menolak menandatangani berita acara perolehan suara yang hanya selisih satu. “Calon kami menolaknya. Ia tidak menerima hasil itu karena sebelumnya calon 02 ini sudah melakukan pelanggaran dengan menyuap warga,” katanya.

Kapolres Luwu, AKBP Dwi Santoso membenarkan adanya laporan tersebut. Bahkan saat ini pihaknya mendalami kasus tersebut. “Kasus ini dalam proses di tim penyidik,” katanya, Jumat siang, kemarin.

Bahkan, beberapa pihak telah diambil keterangannya terkait kasus tersebut. “Jika nantinya terbukti maka maka kita akan proses lebih lanjut,” tandasnya. (rul/idr)

Click to comment

Most Popular

To Top