Luwu

Tabe Bapak Bupati, Saya Ingin Pulang… 

* 95 Warga Luwu Mengungsi Ke Sentani 

PAPUA—Puluhan warga Kabupaten Luwu terimbas demo yang berujung rusuh di Kabupaten Wamena Senin 23 September 2019 lalu. Mereka saat ini tertampung di Pokso kemanusiaan di Sentani-Jayapura dan berharap uluran tangan Pemkab Luwu untuk dipulangkan ke kampung halaman.

Salah satu warga korban kerusuhan Wamena yang juga warga Karetan Kabupaten Luwu, Ny Andita (25 tahun), kepada harian Palopo Pos, mengatakan, dirinya sudah menetap di Wamena sejak tujuh tahun, mengikuti suaminya yang buruh bangunan. Dirinya sudah memiliki anak balita, dimana salah satu anaknya baru berusia dua minggu sewaktu kerusuhan Wamena meletus Senin lalu.

Via telepon, Senin kemarin Ny Andita yang sudah sepekan mengungsi di Sentani berharap kepada Pemkab Luwu agar bisa dipulangkan.

“Bapak Bupati, tabe, saya korban kerusuhan di Wamena dan mengungsi di Wamena. Tabe Bapak, saat ini saya sangat ingin pulang kembali dengan selamat di kampung halaman bersama suami dan anak-anak saya yang masih kecil-kecil ini. Anak saya saat ini sakit dipengungsian ” Ungkap Andita via telepon, seraya mengatakan dirinya sudah di Sentani sejak seminggu menggunakan hercules TNI dari Wamena

Kordinator Psoko kemanusiaan Tana Luwu, Sabil kepada Harian Palopo Pos, mengatakan, di posko ini pihaknya tidak membeda-bedakan warga Tana Luwu maupun daerah lain, seperti Enrekang. Semuanya diterima untuk mendapatkan bantuan penginapan pasca mereka eksodus dari Wamena.

“Kami menampung seluruhnya bukan hanya warga Kabupaten Luwu di Posko ini. Bahkan ada dari kabupaten Enrekang. Tetapi kami mencatat ada puluhan warga Kabupaten Luwu, seperti dari Batusitanduk, Larompong, Lamasi, Kamanre, Ponrang Selatan, Bua, ” Kata Sabil.

Informasi yang dihimpun Harian Palopo Pos, jumlah warga asal Kabupaten Luwu yang tercatat mengungsi dari Wamenadan diterima para relawan di Posko Tana Luwu di Jalan Raya Kemiri Komplex Ruko Utama Mall Borobudur (Sentani City Square) kecamatan Sentani, sebanyak 95 orang dan dipastikan akan terus bertambah. Terbanyak yang mengungsi adalah warga asal Batusitanduk kecamatan Walenrang, sebanyak 38 orang, kemudian warga Larompong sebanyak 13 orang, warga Kamanre 6 orang, warga Ponrang Selatan 6 orang, warga Bua 7 orang dan warga Lamasi sebanyak 8 orang, warga Padang Sappa 8 orang, pula terdapat warga Bastem.

Meskipun kebutuhan sembako tercukupi, namun warga Kabupaten Luwu sangat membutuhkan uluran tangan Pemkab Luwu, dimana mereka berharap bisa dipulangkan ke kampung halamannya.

” Para pengungsi nampaknya memutuskan untuk eksodus dan memilih kembali ke kampung halaman dari pada kembali ke Wamena. Makanya yang paling diharapkan para pengungsi adalah mereka ingin mendapatkan bantuan dari Pemkab Luwu untuk dipulangkan ke kampung halaman di Kabupaten Luwu, ” Kata Sabil.

Sabil mengatakan, jumlah warga Ksbupaten Luwu yang eksodusdari Wamena diperkirakan mencapai ratusan orang. dan sudah ada yang dipulangkan ke kabupaten Luwu Sulawesi Selatan.

Seperti yang diberitakan Jawa Pos,  Kepala Detasemen TNI-AU Wamena Mayor Pnb Arief Sudjatmiko mengakui bahwa jumlah warga yang ingin eksodus membeludak. Sejak Jumat pagi, warga berbondong-bondong mendaftar ke Detasemen TNI-AU Wamena. ”Kalau bisa kami kalkulasikan, jumlah pendaftar saat ini dengan yang sudah diterbangkan bukan lagi 5 ribu orang, tetapi sudah menembus 10 ribu,” ungkap Arief Sudjatmiko di apron kargo Bandara Wamena Sabtu lalu (28/9).

Dia memastikan, pendaftar yang tercatat di Jumat lalu sebanyak 2.589 orang sudah diterbangkan, Namun, pendaftar baru yang sebagian besar berasal dari kabupaten pemekaran lain masih harus antre pesawat.  (and)

Click to comment

Most Popular

To Top