Metro

14 Balon Kepsek Job Fit

* Di Hadapan Tujuh Pejabat Pemkot

TOMPOTIKKA — Pemkot Palopo melakukan inovasi besar dalam pengangkatan kepala sekolah (Kepsek).

Kalau dulu langsung diangkat oleh Wali Kota, kini tidak lagi. Guru yang akan jadi Kepsek, terlebih dahulu mengikuti job fit, semacam fit and proper test.

Pada Selasa, 8 Oktober 2019 kemarin di ruang pola Balaikota Palopo, sebanyak 14 guru mengikuti fit job atau Seleksi Bakal Calon (Balon) Kepala Sekolah (Kepsek) Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) tahun 2019.

Ke-14 guru tersebut, terdiri yakni Baso Aslamil (guru SMPN 3), Masdin (SMPN 7), Agustan (SMPN 8), dan Andarias Membali (SMPN 12). Sedang guru SD yakni Usman (guru SD 1 Lalebata), Nathan (SD Lappo), dan lainnya.

Para guru tersebut mempresentasenkan makalah atau visi-misinya dihadapan tim seleksi yang yang terdiri tujuh pejabat Pemkot. Yakni, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKP-SDM) Palopo Muhammad Farid Kasim JS, Kadis Pendidikan Asnita Darwis, Asisten I Burhan Nurdin, Asisten II Taufiq, Asisten III Ishaq Iskandar, dan perwakilan Inspektorat, dan Ketua Dewan Pendidikan Palopo Dr Suaedi selaku Ketua Timsel.

Dari pantauan Palopo Pos, job fit ini dimulai pukul 11.00 Wita. Peserta pertama mempresetansekan visi-misinya adalah Usman (guru SDN 1 Lalebata). Lalu Nathan (guru SDN Lappo). Masing-masing peserta menghabiskan waktu sekira satu jam. Karena hingga pukul 13.00 Wita, baru dua peserta yang selesai job fit. Diperkirakan, job fit berlangsung sekira 14 jam, hingga malam atau besoknya.

FKJ –akronim Farid Kasim JS– yang ditemui Palopo Pos saat jeda isoma job fit, mengatakan, job fit ini dilaksanakan Dinas Pendidikan Palopo bekerja sama Dinas Pendidikan Palopo. Proses ini disepakati bersama setelah mendapat persetujuan dari Wali Kota.

Job fit ini mengacu pada PermenDikbud No. 13 tahun 2017 yang didalamnya mengatur instrumen yang direlevankan dengan delapan standar pendidikan nasional. ”Guru yang berminat atau memenuhi syarat jadi kepala sekolah, silakan tawarkan ide dan konsep untuk membangun mutu pendidikan yang berkualitas,” jelasnya.

Sementara Asnita Darwis, mengungkapkan, seleksi balon kepsek dilaksanakan karena hingga tahun 2020, ada beberapa kepala sekolah yang memasuki usia pensiun. Untuk pengisian jabatan kepsek yang lowong itu nantinya, diangkat guru yang telah mendapat sertifikat lulus seleksi cakep.
Informasi yang dihimpun Palopo Pos, hingga Desember 2019 ada empat kepala sekolah yang pensiun. Dan pada tahun 2020, beberapa kepsek pensiun. Salah satunya Kepala SMPN 2 Palopo.

Dr Suaedi yang dimintai tanggapannya, mengatakan, seleksi balon kepsek yang dilakukan Pemkot merupakan salah satu terobosan besar yang dilakukan Pemkot dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan. Karena melalui seleksi cakep, kepala sekolah akan dijabat oleh ASN yang kompetensinya telah teruji. (ikh)

Click to comment

Most Popular

To Top