Utama

Pengamat: Perlu Inovasi di Segala Bidang

* Setahun Pemerintahan Judas Amir-Rahmat M Bandaso

PALOPO — Hari ini, Rabu 9 Oktober 2019, bertepatan dengan setahun pemerintahan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palopo, HM Judas Amir-Rahmat M Bandaso berjalan.

Sejumlah program kerja pasangan dengan tagline JUARA ini sudah dikerjakan, dan masih banyak yang belum.
HM Judas Amir-Rahmat M Bandaso dilantik sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palopo, pada tanggal 9 Oktober 2018, tahun lalu di Makassar.

Usai dilantik, Wai Kota dan Wakil Wali Kota di hadapan 25 anggota DPRD Palopo yang merupakan wakil rakyat, memaparkan program kerja mereka hingga tahun 2023, mendatang. Dirangkum dalam visi-misi yang dimuat dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Palopo tahun 2018-2023.

Ini adalah periode kedua Wali Kota HM Judas Amir sebagai wali kota, dan Rahmat M Bandaso sebagai wakil wali kota Palopo.
Pasangan JUARA ini mengusung visi “Terwujudnya Palopo sebagai Kota Maju, Inovatif dan Berkelanjutan pada tahun 2023”.

Sedangkan misinya dijabarkan di lima poin utama. Yakni, melaksanakan layanan pendidikan, kesehatan serta jaminan dan perlindungan sosial untuk kelompok rentan; mewujudkan lingkungan yang layak huni melalui pengembangan infrastruktur perkotaan, penaatan permukiman, sanitasi, dan ruang terbuka hijau; memodernisasi layanan publik, meningkatan kualitas aparatur dan tata kelola pemerintahan, serta memdorong partisipasi publik dalam pembangunan; mendorong kewirausahaan berbasis jasa dan niaga melalui peningkatan keterampilan hidup, permodalan, dan pendampingan bisnis; dan, mewujudkan iklim yang toleran terhadap pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif yang bercirikan nilai budaya Luwu.

Pengamat yang juga Dewan Pendidikan Kota Palopo, Dr Suaedi Fachruddin mengungkapkan, tentu banyak yang akan dikerjakan wali kota bersama wakil wali kota Palopo yang dibantuk perangkat daerah. Karena pembangunan ini berkelanjutan, dan berkesinambungan.

Di bidang pendidikan utamanya, perlu sentuhan kebijakan yang lebih mengarah pada penguatan karakter, penghargaan terhadap prestasi, dan pembinaan etika, serta moral peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan.
“Membangun sikap, dan perilaku masyarakat lebih baik lagi khususnya di era revolusi industri 4.0 ini,” sebutnya.

Selain itu, peran dari Perangkat Daerah dalam mengurai visi-misi Wali Kota juga sangat mendukung. “Kepala dinas perlu berlomba-lomba menemukan inovasi yang berpatokan dari apa pimpinan daerah mau,” pungkasnya.

Sementara itu, Pengamat Ekonomi Unanda, Rafiqa Assaf SE M.Si menyebutkan, salah satu dimensi Kota Palopo yang masih memerlukan perhatian adalah dimensi jasa. Khususnya di sektor pariwisata.
“Sebetulnya masih harus ditingkatkan, dalam artian bagaimana Palopo bisa meningkatkan wisatawan untuk berkunjung menikmati Kota Palopo,” ujarnya saat dihubungi tadi malam.

Khusus wisatawan mancanegara, lanjutnya, itu kurang. Padahal di daerah lain itu banyak wisatawan asing, dan mereka tinggal untuk beberapa waktu.
Selain itu, perbaikan infrastruktur juga masih perlu diperhatikan. Terutama jalan yang harus lebih baik, ketersediaan listrik yang cukup, serta kerja sama antar wilayah daerah yang selalu bersinergi untuk membangun Luwu Raya.

Sebelumnya, Wali Kota Palopo HM Judas Amir mengungkapkan, tantangan yang dihadapi Kota Palopo ke depan memang tidaklah ringan. Ada tiga isu penting yang harus dijawab. Pertama, meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan; kedua, menguatkan sendi ekonomi warga; dan ketiga, memenuhi aspirasi dan kreatifitas warga yang berkembang semakin dinamis.

“Saat ini, kita dihadapi oleh ancaman menurunnya kualitas lingkungan yang ditandai dengan genangan air dan banjir, masih adanya pemukiman kumuh, belum terpenuhinya ruang terbuka publik, prasarana dan sarana publik yang belum merata, sanitasi dan manajemen persampahan yang masih perlu mendapat perbaikan,” katanya.(idr)

Click to comment

Most Popular

To Top