FEMALE

Pekerjaan Adalah Ibadah

Alfiana Adila Iswara
Kasie Layanan dan Pemasaran PT Taspen Cabang Palopo

Diusianya yang masih muda, namun, tanggung jawab yang ia emban di tempat kerja sangat krusial. Sebagai Kepala Seksi Layanan dan Pemasaran PT Taspen (Persero) Palopo. Dia adalah Alfiana Adila Iswara.

Alfi, sapaan akronim dari Alfiana Adila Iswara menjadi tokoh di rubrik Female Palopo Pos, hari ini.
Muda, dan enerjik, menjadi kalimat yang pas disempatkan ketika pertama kali bertemu. Lantaran, perangainya yang supel, dalam menerima tamu. Lantaran hal itu sudah menjadi kebiasaan, ketika melayani nasabah.

Sebagai “ujung tombak” dari PT Taspen Palopo, Alfi dituntut bisa menyelesaikan setiap persoalan yang dihadapi nasabah. Mulai dari para pensiunan ASN, hingga ASN yang masih aktif. Baginya pekerjaan adalah ibadah. “Memudahkan penyelesaian persoalan orang lain adalah ibadah, dan disitu ada kepuasan tersendiri yang dirasakan,” ungkap Alumni Fakultas Ekonomi Unhas saat diwawancarai di kantornya, Kamis 10 Oktober 2019.

Ia menceritakan, awal mula dirinya bergabung dengan PT Taspen. Dimulai sejak tahun 2015, lalu. Tatkala baru saja selesai mendapat gelar sarjana ekonomi. Alfi yang sudah bercita-cita untuk bekerja di BUMN akhirnya kesampaian. Setelah mengetahui adanya pembukaan penerimaan pegawai salah satu BUMN, yakni PT Taspen. Jadilah ia mendaftar secara daring.

Waktu rekrutmen pegawai, kata Alfi, jumlah yang diterima sebanyak 150 orang, dengan dua jalur. Yakni, MT (Management Trainee) 50 orang, dan non MT 100 orang, dari 14 ribuan pendaftar se-Indonesia kala itu.

“Alhamdulillah bisa masuk di 50 besar jalur MT. Setelah diterima langsung pendidikan selama setahun. Selanjutnya penugasan pertama di Taspen Surabaya. Di sana tak sampai dua tahun sebagai staf pelayanan dan data, ia lalu dihubungi untuk siap-siap naik jabatan sebagai kepala seksi. “Karena jalur MT ini memang sudah dipersiapkan untuk mengisi posisi sewaktu-waktu jika ada kekosongan jabatan,” ujar alumni SMA Negeri 17 Makassar ini.

Dari Surabaya, ia lalu dipindahkan ke Taspen Palopo, terhitung sejak Februari 2018.
Sebagai Kepala Seksi Layanan dan Manfaat PT Taspen (Persero) Kantor Cabang Palopo, tentunya memiliki banyak bawahan. “Sebagai milenial, di bidang saya ini, banyak yang jauh lebih senior, lebih berpengalaman.

Sehingga tantangan yang dihadapi harus sigap mengambil keputusan, dengan tetap meminta pendapat dari para senior. Jadi setiap pekerjaan melibatkan senior-lah. Ada masalah serta merta jadi atasan tidak langsung memutuskan, tetap meminta saran dari senior,” bebernya.

Ia menyebutkan, jika bagian layanan tentunya paling sibuk. Lantaran bersentuhan langsung dengan nasabah. Persoalan klaim, dan kasus, misalnya pemalsuan dan sebagainya harus diputuskan dengan tegas.
Selain sibuk di kantor, sewaktu-waktu ia juga harus terjun ke lapangan mengedukasi masyarakat dan ASN tentang produk layanan dari PT Taspen.

Baru-baru ini, ia melakukan sosialisasi di kalangan Anggota DPRD Kota Palopo. “Jadi karena anggota DPRD yang baru, kami berkewajiban memberitahukan layanan, karena mereka sejak dilantik sudah diproteksi oleh PT Taspen dalam hal kecelakaan kerja, dan kematian,” ungkapnya.

Alfi menjelaskan, PT Taspen semenjak tahun 2015 meluncurkan program Jaminan Kematian dan Kecelakaan Kerja bagi anggota dewan. Yang mana dua iuran JKM dan JKK ini tidak terpotong dari gaji pokok anggota dewan.

Tapi, sebagai bentuk perhatian dari pemerintah dalam proteksi saat melakukan tugas, bahwa ada risiko kematian dan kecelakaan kerja, yang membayarkan iuran adalah yang memberikan kerja. “Jadi instansi tempat bekerja yang memberikan iuran ke kami (PT Taspen,red) per bulan. Dengan besaran iurannya tidak banyak, hanya 0,96 persen dari total gaji pokok,” kata Alfi.

Ia mencontohkan, jika anggota dewan mengalami kecelakan kerja, dari PT Taspen akan membayarkan biaya pengobatan sebesar Rp30 jutaa. Lalu, jika anggota dewan pernah menjabat, lalu, menyetor iuran di bulan pertama, dan meninggal dunia, maka, PT Taspen akan langsung mengembalikan dalam bentuk manfaat Rp30 juta. Karena JKK dan JKM terdiri atas santunan kematian Rp15 juta, biaya pemakaman Rp7,5 juta, dan uang manfaat sebesar 3 kali gaji pokok mereka.

“Para anggota dewan ini hanya ikut di program JKM dan JKK, tidak di program Hari Pensiun dan Tabungan Hari Tua,” sebutnya.
Sedangkan, jika mengalami kecelakan lalu lintas saat bekerja, sebagai penanggung pertama dari Jasa Raharja hanya sampai Rp20 juta. Dan lebih dari itu, barulah PT Taspen yang bayarkan. Tetapi, kalau kecelakaan kerja bukan kecelakan lalu lintas, maka penanggungbiaya pertama adalah BPJS Kesehatan sebesar Rp20 juta, dan lebih dari itu PT Taspen sebagai penanggung kedua. Selama mengalami kecelakan di jam kerja atau berhubungan dengan kedinasan.(idr)

Data Diri

Nama : Alfiana Adila Iswara
TTL :  12 November 1992

Jabatan : Kepala Seksi Layanan dan Manfaat PT Taspen (Persero) Kantor Cabang Palopo
Jenjang Pendidikan :

– SD Inpres Hartaco Indah Makassar
– SMP Negeri 3 Makassar

– SMA Negeri 17 Makassar

– Universitas Hasanuddin, Fak Ekonomi



Click to comment

Most Popular

To Top