Utama

Tujuh Ruko Disegel Oknum Warga

* Disdag, Satpol PP dan Polres Palopo Turun Buka Kembali

PALOPO — Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Palopo menjamin penyewa Ruko Sawerigading di kawasan Terminal Dangerakko dapat kembali berjualan, setelah rukonya sempat disegel oknum warga.

Mendapat laporan, Disdag bersama Polres Palopo, dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) turun ke lokasi untuk membuka segel ruko tersebut yang terletak di Jl Mangga dan Jl Kelapa, Kota Palopo, Rabu 23 Oktober 2019.

Kepala Disdag Kota Palopo, Zulkifli Halid saat ditemui Palopo Pos di kafe pojok usai mensurvei ruko yang sempat disegel oleh oknum warga mengatakan, pihaknya bersama dengan Polres dan Satpol PP Kota Palopo ketika turun ingin membuka segel tersebut, ternyata telah dibuka kembali oleh oknum warga yang sempat melakukan penyegelan.

“Penyegelan oleh oknum warga itu dilakukan sejak, Minggu 20 Oktober 2019, sesuai laporan salah satu pengguna ruko, namun hari ini kami turun, ke tujuh ruko yang sempat disegel tersebut telah terbuka segelnya, adapun yang masih tergembok itu adalah pemiliknya sendiri yang lakukan,” kata Zulkifli.

Ia juga menyebutkan, oknum warga yang melakukan penyegelan tersebut merupakan warga yang mengklaim bahwa sebanyak 93 petak ruko yang terletak di jalan Mangga dan jalan Kelapa Kota Palopo tersebut adalah miliknya. “Ada yang mengklaim bahwa yang 93 ruko itu adalah miliknya, padahal itu adalah milik Pemkot,” sebutnya.

Terkait hal tersebut, Sekertaris Disdag Kota Palopo, Adi Saiful Anwar menegaskan, oknum warga yang mengaku ruko berjumlah 93 petak tersebut hanya mengaku saja tanpa dibuktikan surat-surat yang kuat dan tidak pernah berproses di Pengadilan Negeri (PN) Palopo. “Antara oknum warga dengan Pemkot ini tidak pernah berproses di pengadilan dan surat-surat yang kuat dan lengkap berda di pihak pemkot Palopo,” tegasnya.

Adi pun berpesan kepada pengguna ruko untuk menghiraukan apabila ada oknum warga yang mengaku ruko tersebut adalah miliknya hingga melakukan penyegelan dan pemerasan. “Sempat memang saya mendengar laporan bahwa ada yang melakukan pemerasan sebesar Rp1,5 juta kepada pengguna ruko dan saat ini tengah diproses oleh kepolisian, kepada pengguna ruko selamat berjualan kembali seperti biasanya,” imbuhnya.

Adapun Kabag Ops, Kompol Sanodding yang melakukan pendampingan terhadap kunjungan ini mengaku belum mengetahui pasti terkait pelaporan dugaan perampasan tersebut. “Saya belum tahu itu, nanti kami cek,” paparnya.

Lanjutnya, ia turun bersama sekira 20 orang personel kepolisian beserta Kapolres dan Kasat Reskrim dan juga Satpol PP yang berjumlah sekira 50 orang melakukan pendampingan kepada Disdag untuk menjaga keamanan selama pembukaan segel terhadap ruko tersebut yang dominan merupakan gudang dan bengkel.(ali/idr)



Click to comment

Most Popular

To Top