Kriminal

Enam Tewas di Jalan

*”Ada yang Perlu Dievaluasi”

PALOPO—Bukan perkara mudah, mengatasi kasus lakalantas yang semakin hari makin meningkat. Tetapi, jika ada usaha untuk menekan itu, maka tidam mustahil angka lakalantas khususnya di Kota Palopo, akan menurun.

September per 23 Oktober 2019, Satlantas Polres Palopo, mencatat, sebanyak 20 kasus kecelakaan yang terjadi.

Dari semua kasus, tiga diantaranya yang mengakibatkan enam orang meninggal dunia. Selebihnya, dua luka berat dan 29 luka ringan.

Persoalan tersebut, langsung ditanggapi sejumlah pemerhati di Kota Palopo. Mereka prihatin sekaligus menyayangkan tentang maraknya laka lantas yang mengakibatkan 6 orang meninggal dunia hampir secara berentetan.

Ada yang mengkaitkan dengan penempatan Kasat Lantas Baru di Kota Palopo, Iptu Ramli, yang dinilai tidak tepat. Bahkan, ada yang bilang, perlu ada evaluasi, baik dari pihak Satlantas maupun sektor penataan marka jalan.

“Yang jelas, kami sangat prihatin dengan angka kecelakaan hingga menyebabkan 6 tewas di jalan hanya hitungan dua pekan. Perlu ada evaluasi.

Saya tidak katakan ada hubungannya dengan Kasat Lantas Baru. Yang pastinya, perlu evaluasi baik dari satlantas maupun pemerintah soal marka jalan,” kata Pemerhati Lingkungan, Andarias Tandi Lodi SH, Minggu, 27 Oktober 2019.

Terkait dengan itu, Kasat Lantas Polres Palopo, Iptu Ramli, yang dimintai tanggapan, memilih bungkam.
Handponnya dihubungi melalui WhatsApp, hanya dibaca tapi tidak dijawab.

Sementara itu, Kapolres Palopo, AKBP Ardiansyah SIk MH, langsung menanggapi persoalan tersebut.

Perwira dua bunga melati itu, mengatakan, Satlantas Polres Palopo tidak henti-hentinya melakukan sosialisasi dan himbauan kepada masyarakat untuk tertib berlalu lintas.

“Intinya, utamakan keselamatan diri dan orang lain dalam berkendara,” kata Ardiansyah, menanggapi.

Lanjut Kapolres, Satlantas Polres Palopo, saat ini telah melaksanakan Operasi Zebra, yang mana bertujuan menekan angka pelanggaran dan kecelakaan.

Melalui Operasi Zebra pula, sambungnya, akan dirangkaikan dengan himbauan serta mendahulukan penindakan bagi pelanggar aturan berlalu lintas.  Sarlantas juga, tetap akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan dan PUPR Kota Palopo. Sebab, penyebab kecelakaan bisa juga diakibatkan infrastuktur jalan maupun marka jalan.

“Mengapa dua instansi tersebut dilibatkan, yakni sebagai pengngingat para pengendara yang harus di pasang pada hot spot rawan laka lantas,” pungkasnya. (ded)



Click to comment

Most Popular

To Top