Utama

Pemda Tunggu Juknis Pendaftaran CPNS

PALOPO — Meskipun waktu pendaftaran seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dimulai tanggal 11 November 2019 mendatang. Tetapi, formasi jabatan apa saja, dan persyaratan pendaftar belum dijelaskan lebih jauh. Masih menunggu petunjuk teknis (juknis) dari pusat.
Demikian dikatakan Sekretaris BKPSDM Palopo, Hj Nur Becce kepada Palopo Pos, Selasa 29 Oktober 2019.

Ia mengatakan, kalau tanggal 11 November adalah waktu pendaftaran penerimaan melalui website sscasn.bkn.go.id.
“Mengenai batas waktu sampai kapan ditutup pendaftaran itu belum juga diatur. Tapi biasanya, dua tiga hari sebelum dibuka, juknisnya sudah kami terima,” jelasnya.

Sebagaimana diberitakan, penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2019 dimulai pada 11 November 2019, mendatang.
Hal itu tertuang dalam Pengumuman No: B/1069 /M.SM.01.00/2019 tentang Informasi Penerimaan CPNS Tahun 2019 di Lingkungan Pemerintah Pusat dan Daerah yang ditandatangani oleh Menteri PAN-RB Tjahjo Kumolo.

Seperti pada rekrutmen sebelumnya, pendaftaran rekrutmen CPNS dilakukan pada website SSCASN BKN (sscasn.bkn.go.id). Satu orang pelamar hanya boleh mendaftar di satu instansi dan satu formasi jabatan di kementerian/lembaga/pemda.

Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) pada rekrutmen CPNS menggunakan Computer Assisted Test (CAT) yang telah terbukti menekan angka kecurangan dan percaloan. Rencananya, SKD akan dilakukan pada Februari 2020 dan dilanjutkan dengan Seleksi Kompetisi Bidang (SKB) pada Maret 2020.

Untuk selanjutnya, pengumuman terkait syarat pendaftaran dan lain-lain akan diumumkan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan instansi masing-masing.

Sementara itu, saat ditanyakan soal dimana tempat tes CAT akan diadakan. Hj Nur Becce belum bisa menjelaskan lebih jauh. Ia baru sekadar mengetahui kalau biaya pelaksanaan tes CAT akan dibebankan kepada daerah melalui APBD.

“Seleksi CPNS 2019 ini, biaya tes dibebankan ke daerah. Beda waktu seleksi CPNS 2018, semua dari pusat (BKN) yang atur. Daerah hanya tinggal datang verifikasi berkas pelamar,” sebutnya.

Jika hal ini terjadi, ancang-ancangnya, Pemkot Palopo menawarkan cost sharing (berbagi biaya) dengan daerah lain di Luwu Raya dan Toraja.
“Misal biaya keseluruhan untuk menyelenggarakan tes CPNS Rp1 miliar. Kita tawarkan ke pemda lain mungkin bisa sharing, sehingga lebih ringan pembiayaannya,” ungkapnya.

Di Luwu Raya dan Toraja, jumlah alokasi formasi yang diberikan MenPAN-RB sebanyak 880 formasi dari total 197.111 formasi yang terbagi pada instansi pusat dan daerah.

Dirincikan untuk Kabupaten Luwu mendapat 185 formasi, Kab. Luwu Utara 151 formasi, Luwu Timur 111 formasi, Kota Palopo 134 formasi, Tana Toraja 124 formasi, dan Toraja Utara 175 formasi.(idr)



Click to comment

Most Popular

To Top