Utama

Datu Luwu: Papua Mekar, Luwu Raya Juga Bisa

* Mendagri Ngotot Usulkan Provinsi Papua Selatan

PALOPO — Pemerintah dalam hal ini Menteri Dalam Negeri ngotot mengusulkan pembentukan provinsi baru di Tanah Papua.
Meskipun saat ini moratorium pemekaran daerah berlanjut lantaran alasan utamanya adalah keterbatasan anggaran, tetapi untuk Papua diistimewakan.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian yang juga mantan Kapolda Papua menegaskan pemerintah tetap memberlakukan moratorium pemekaran daerah karena anggaran yang terbatas. Meski demikian, ada satu daerah yang telah bulat diputuskan untuk dimekarkan, yakni Provinsi Papua Selatan.
Keputusan inipun direspon Datu Luwu XL, La Maradang Mackulau Opu To Bau SH.

Dikatakan YM Datu Luwu, kalau negara jangan diskriminatif. Hanya mengistimewakan suatu daerah. “Apapun alasannya, negara ini tidak boleh diskriminatif. Papua mekar, Luwu Raya juga bisa mekar. Biarkan aturan yang menentukan,” kata Datu Luwu, Kamis 31 Oktober 2019 yang viral di grup Wija To Luwu.

Sontak, reaksi yang dikeluarkan YM Datu Luwu mendapat dukungan dari warga Luwu Raya.
Saat ini, kata Mendagri Tito, pengajuan pemekaran wilayah yang masuk ke Kemendagri cukup banyak, ada 183 yang meminta pemekaran wilayah, anggaran kita kan terbatas maka dilakukan moratorium.
Terkait anggaran pemekaran daerah, Tito mengaku tak mengetahui secara detail. Namun, dia mengatakan anggaran yang dibutuhkan sangat besar.

Namun saat kunjungan ke Papua, pemerintah melihat aspirasi masyarakat di daerah itu.
“Juga untuk memercepat pembangunan di sana sekaligus menjaga situasi keamanan di situ,” kata pria yang juga mantan Kapolda Papua dan Polda Metro Jaya ini.

Disebutkannya, ada beberapa usulan pemekaran wilayah Papua yang sudah didiskusikan pemerintah, yaitu Papua Selatan, Papua Tengah dan Papua Pegunungan Tengah.
Dari usulan itu, katanya, yang sudah bulat di Papua Selatan di mana Gubernur dan bupati juga sudah menyetujui. Dalam pembicaraan kemarin itu Papua Selatan meliputi Merauke, Asmat, Mapi, Boven Digul.

Usulan pemekaran Papua nantinya akan dibahas bersama dengan DPR RI. Komisi II DPR menjadi leading sector pembahasan. Peran serta tujuh anggota DPR RI di Senayan dapil Sulsel 3, yakni Rusdi Masse, Muh. Fauzi, Muh Dhevy Bijak Pawindu, Mitra Fahruddin, Sarce Bandaso, Eva Stevany Rataba, dan La Tinro Latunrung dinantikan untuk memperjuangkan pula Provinsi Luwu Raya di Senayan.(idr)



Click to comment

Most Popular

To Top