Utama

Puluhan Miliar Proyek Pemprov Batal Tender

* Pembangunan RS Regional Palopo Tahun Depan

PALOPO — Dari data yang tercantum di website LPSE Provinsi Sulsel, tercatat puluhan proyek pemprov gagal tender tahun ini. Bahkan beberapa paket proyek diantaranya bernilai miliaran rupiah.

Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah (NA) sebelumnya mempertegas jika lelang tender harus dikebut bisa selesai hingga Desember. Namun rencana itu sepertinya sulit terkabulkan.

“Itu yang kita mau, tender itu bisa dipercepat hingga Desember tahun ini,” ujar NA usai melakukan rapat pertemuan bersama OPD beberapa waktu lalu.

Padahal dari data LPSE, Pemprov Sulsel masih berjuang membuka lelang tender pada 21 paket proyek. Diantaranya Rumah Sakit (RS) Regional Palopo senilai Rp4,5 miliar dan RS Regional Bone senilai Rp3,3 miliar.

Paket proyek lainnya, yakni penyusunan DED Rest Area (Utara) senilai Rp3,5 miliar dan penyusunan DED Rest Area (Selatan) senilai Rp2,5 miliar. Selain itu, sejumlah paket pengadaan pupuk organik paket dari beberapa paket senilai miliaran rupiah masih menanti pemenang tendernya.

“Memang ada sedikit keterlambatan. Ini bakal kitaevaluasi karena susah dikebut,” ujar Plt Kepala Biro Pembangunan dan Penyedia Barang dan Jasa, Haikal Hasan.

Diketahui tahun ini, pemprov berencana melelang 574 paket proyek dengan nilai pagu Rp1,24 triliun. Sementara, paket yang sedang dalam proses pemilihan penyedia mencapai 40 paket, atau pagu anggarannya mencapai Rp45,7 miliar.

Sejumlah paket tender tersebut dipastikan gagal tahun ini mengingat waktu yang tersisa tinggal dua bulan saja.
Selain itu, masih banyak proyek yang masih dalam peninjauan dan belum diajukan tendernya. Kata Haikal terbanyak di dinas pekerjaan umum.

Haikal juga menjelaskan sulit untuk mengebut keterlambatan tender di sisa waktu. Apalagi, untuk proses tender saja memakan waktu 45 hari kerja. Pihaknya akan mengusulkan agar anggaran tersebut dialihkan ke program yang lebih prioritas. “Kami akan usulkan ke Banggar. Kita cut saja,” jelasnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Provinsi Sulsel, Fadriaty AS kepada Palopo Pos menjelaskan, pembangunan RS Regional Palopo baru akan dimulai tahun 2020.

“Kalau tahun ini (2019,red) baru tahap perencanaan. Makanya, saat rapat dengan pemerintah kami di DPRD sudah buatkan aturan tahun jamak,” kata politisi Partai Demokrat, Kamis, kemarin.

Awalnya, pihak pemerintah provinsi ngotot pelaksanaan pembangunan RS Regional dimulai tahun 2019. Tetapi, coba lihat kenyataannya dua bulan habis tahun, belum terlaksana. Maka dari itu kami sepakat buatkan aturan tahun berjamak, proyek multi years.
“Saat inikan masih proses pembuatan amdal, dan perencanaan,” urainya.

Beda dengan RS Regional di Bone yang seharusnya sudah berjalan pembangunan, tetapi terkendala pembebasahan lahan. (idr)



Click to comment

Most Popular

To Top