Luwu

FP2KEL Desak Hearing PT BMS Diduga Tidak Kantongi Izin Usaha

BUA-Saat ini PT Bumi Mineral Sawerigading (BMS) terus beraktivitas diarea yang dikuasainya di Desa Bukit Harapan Kecamatan Bua. Hanya saja sejumlah masyarakat banyak mempertanyakan sejauhmana alas hak ijin usaha tersebut dan sejauhmana azas manfaatnya untuk daerah.

Terkait hal itu, Kordinator Forum Pemuda Pemantau Kinerja Eksekutif dan Legislatif (FP2KEL), Kabupaten Luwu, Ismail Ishak mendesak komisi II DPRD Luwu untuk melakukan hearing (dengar pendapat) kepada pihak PT BMS.

“PT BMS ini menguasai lahan yang cukup luas di Kabupaten Luwu tepatnya di Kecamatan Bua. Hanya sampai hari masyarakat sama sekali tidak tahu aktivitas apa yang dilakukan. Kami mendapat informasi aktivitas PT BMS ini diduga tidak ada ijin usahanya. Dan yang tidak kalah pentingnya, apa kontribusi yang diberikan untuk kemajuan daerah,” ungkap Ismail.

Ismail Ishak mengatakan, Wakil rakyat di DPRD Luwu tidak boleh menutup mata dengan aktivitas PT BMS hari ini, mengingat perusahaan yang bergerak di bidang tambang ini kehadirannya sudah ada sejak tahun 2015 dengan ijin usaha smelter. Namun hingga berjalan 4 tahun ini kami belum melihat ada tanda-tanda aktivitas smelter dilaksanakan, ” kata Ismail.

“Kami mendesak anggota komisi II DPRD Luwu memanggil manajemen PT BMS. Sejak tahun 2015 dikabarkan perusahaan ini akan membangun pabrik Smelter di Bua. Hanya saja, sampai hari ini kita belum tahu sejauhmana pembangunannya. Kita tidak ingin investor ini hanya sebatas menguasai konsesi di Luwu tetapi tidak ada azas manfaat untuk masyarakat, melainkan hanya untuk kepentingan orang-orang tertentu,” kata Ismail.

Disamping mendesak memanggil PT BMS, pula FP2KEL mendesak anggota komisi II DPRD Luwu untuk memanggil OPD terkait yang memberikan ijin terhadap aktivitas PT BMS di Desa Bukit harapan Kecamatan Bua.

“Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Luwu selaku pihak yang mengeluarkan ijin mendirikan bangunan dan ijin lainnya. Kami harap OPD ini juga dipanggil,” kata Ismail.

Untuk diketahui PT BMS saat ini menguasai lahan seluas 200 hektar di Kecamatan Bua, khususnya di dua desa yaitu, yakni di Desa Karang-karangan dan Desa Bukit Harapan. perusahaan smelter ini berencana akan membangun pabrik seluas 3.000 M2. PT BMS pernahdi hearing DPRD Luwu lantaran terdapat tunggakan retribusi ijin mendirikan bangunan (IMB) sebesar Rp 590 Juta. Namun setelah didesak baru melunasi (and/rul)



Click to comment

Most Popular

To Top