Luwu Utara

Jatah Solar di SPBU Dikurangi

-Antrian Mobil dan Truk Macetkan Trans Sulawesi

MASAMBA — Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar terus mengalami kelangkaan di Kabupaten Luwu Utara. Dimana kelangkaan solar ditandai dengan antrinya mobil khusus jenis solar sangat panjang dan mengakibatkan jalur Trans Sulawesi macet.

Itu terjadi baik di SPBU Baloli Baebunta, SPBU Kappuna, SPBU Masamba, SPBU Kanjiro di Sukamaju, serta SPBU Patila di Tana lili.
Kepala Dinas Koperindag Luwu Utara, Drs Kasrum saat dikonfirmasi Palopo Pos, Kamis 7 November 2019 mengatakan, kelangkaan BBM bersubsidi utamanya solar dan premium memang terjadi. Namun, hal ini tidak hanya terjadi di Luwu Utara, akan tetapi hampir di seluruh daerah di Sulsel.

”Setiap hari, kita melihat antrian kendaraan di SPBU sangat panjang. Hal ini dikarenakan jatah BBM bersubsidi mulai berkurang. Biasanya 8 ton, per hari kini dikurangi. Jadi masalah kelangkaan ini terjadi di semua daerah,” jelas Kasrum kemarin.

Namun untuk BBM non subsidi subsidi seperti pertalite untuk pengganti premium dan Dexlite untuk pengganti solar itu ada dan terpenuhi. Hanya saja harganya berbeda, tentunya agak di atas dari BBM subsidi.

Senada dengan itu, Manager SPBU Masamba, Syamsul menyebutkan, kelangkaan ini mulai sejak 1 November 2019. Ini dikarenakan jatah BBM subsidi seperti solar sudah mulai mengalami pengurangan. Dan ini berlaku di seluruh Luwu Raya, bahkan ada SPBU di Kota Palopo sudah tiga kali tidak dapat jatah dari Pertamina.

”Kita di SPBU Masamba sudah satu kali tidak diberikan jatah solar. Dimana setiap harinya biasanya kami mendapatkan jatah 8.000 liter atau 8 ton setiap harinya,” tegasnya.(jun/rhm)



Click to comment

Most Popular

To Top