Kriminal

Napi Wanita Bisnis Sabu di Lapas

*Divonis 10 Tahun, Plus Denda Rp1 M

PALOPO — Setelah menjalani serangkaian persidangan, perempuan Aisyah Abdullah yang juga merupakan Narapidana (Napi) kasus narkotika telah divonis majelis hakim selama 10 tahun penjara.

Ia terbukti melakukan pengendalian dan memesan narkotika jenis sabu di dalam Lapas Kelas II A Kota Palopo sesuai yang dibacakan majelis hakim di ruang sidang Kusumah Atmadja Pengadilan Negeri (PN) Palopo, Kamis 7 November 2019 kemarin.

Majelis hakim yang diketuai, Erwino M Amahorseja SH dengan hakim anggota masing-masing, Mahir Sikki ZA SH dan Heri Kusmanto SH didampingi panitera pengganti, Hamsina SH mengatakan, terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar pasal 114 Ayat (1) UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika junto pasal 132 Ayat (1) junto pasal 144 Ayat (1) UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Oleh karena itu, terdakwa dijatuhi hukuman penjara selama 10 tahun dan denda sebesar Rp1 Miliar, dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar maka diganti dengan hukuman penjara selama 3 bulan,” sebut Erwino.

Atas putusan tersebut, terdakwa melalui penasihat hukumnya, Umar Laila SH MH mengatakan, menerima putusan tersebut. Begitu pun dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Palopo, Aisyah Kendek SH. “Kami menerima putusan tersebut,” tegas penuntut umum. Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Palopo, Irmawati SH menuntut terdakwa selama 13 tahun plus denda sebesar Rp1 miliar subsidair 3 bulan penjara.

Terdakwa pada sidang pemeriksaannya yang digelar, 19 Septemebr 2019 lalu menyebutkan, telah 6 kali menyuruh Susanti, yang merupakan rekannya divonis secara terpisah, telah mengantarkan sabu kepadanya di Lapas kelas II A Kota Palopo.

“Iya yang mulia, saya pesan dulu di Nirma melalui handpone, lalu saya suruh Susanti untuk mengambil barang tersebut di pohon yang ditempelkan oleh anggotanya Nirma,” kata Aisyah.

Sesuai hasil interogasinya di kepolisian, Terdakwa telah melakukan pemesanan sabu dari dalam Lapas melalui saksi Susanti menggunakan telepon genggam Samsung lipat berwarna putih, diawali pada awal Januari 2019 dengan jumlah sabu sebanyak 3 gram, kemudian Minggu kedua Januari 2019 sebanyak 5 gram, akhir Februari 2019 sebanyak 5 gram, awal Maret 2019 5 gram, 24 Maret 2019 sebanyak 3 gram, dan terakhir pada, 29 Maret 2019 sebanyak 4 gram.

Berdasarkan data yang tertera pada Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Palopo, Napi ini telah divonis sebanyak dua kali yakni tercatat pada, 22 Oktober 2017 selama 4 tahun plus denda sebesar Rp800 juta subsidair kurungan penjara selama 2 bulan.

Hukuman belum kelar dijalani, Aisyah kembali berulah di Lapas Kelas II A Kota Palopo, dengan melanggar pasal yang sama yakni Pasal 112 Ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan masa hukuman 7 tahun plus denda sebesar Rp800 juta subsidair 2 bulan pada sidang vonis terdakwa yang digelar, 19 Maret 2019 lalu. (ali/him)



Click to comment

Most Popular

To Top