Ekonomi

November Diprediksi Inflasi

* Ruben: Akibat Harga Rokok Naik

PALOPO— Kota Palopo diprediksi akan mengalami inflasi pada November 2019. Itu karena harga rokok akan naik secara perlahan-lahan mulai bulan ini. Informasi yang dihimpun Palopo Pos, kenaikannya mencapai Rp50 ribu per bungkus.

”Informasi yang kami dapatkan dari penjual, harga rokok akan naik pada bulan November 2019. Dan ini akan mengakibatkan terjadinya inflasi yang lebih besar dibanding sebelumnya,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Palopo, Ruben SE saat ditemui Palopo Pos di ruang kerjanya, (6/11).

Lanjut Ruben, kenaikan harga rokok diyakini akan memicu inflasi karena rokok ini merupakan produk yang dibeli oleh banyak orang. Hampir semua laki-laki adalah perokok aktif. Kemudian, ada juga kaum perempuan yang merokok.

”Jadi sedikit saja kenaikan harga rokok, pengaruhnya terhadap inflasi akan besar karena banyak konsumennya. Boleh dikata, mayoritas warga Palopo merokok. Beda kalau harga mobil yang naik, pengaruhnya terhadap perhitungan inflasi kecil, karena konsumennya hanya sekira ratusan orang,” jelasnya.

Salah seorang penjual rokok di Jl. Andi Djemma Palopo, Kamaruddin yang dikonfirmasi secara terpisah, Kamis, 7 November 2019 kemarin, mengungkapkan, bahwa sejumlah merek rokok terkenal sudah menaikkan harga rokok. Seperti Sampoerna, Marlboro, dan Gudang Garam. Kalau rokok Djarum, masih normal. Kenaikannya rata-rata Rp1.000 hingga Rp2 ribu per bungkus.

Ia lalu mencontohkan rokok Sampoerna A Mild yang dulunya Rp23 ribu, sudah naik Rp24 ribu per bungkus. Marlboro dari Rp25 ribu jadi Rp26 ribu. Gudang Garam Surya juga naik Rp1.000 per bungkus. Bulan Januari 2020 mendatang, harga rokok disebut-sebut naik secara drastis.

”Informasinya, naik Rp50 ribu bungkus. Tapi itu baru info-info, siap kabar angin lalu saja. Karena rencana kenaikan harga rokok sudah lama didengar, sejak tahun lalu. Tapi sampai sekarang belum ada kenaikan secara drastis,” ucapnya.

Biasanya dalam satu tahun, harga rokok naik dua kali. Kenaikan pertama pada triwulan pertama (bulan Januari sampai Maret) dan kenaikan kedua pada triwulan keempat (Oktober sampai Desember). ”Jadi kenaikan rata-rata Rp1.000 per bungkus, masih berdasarkan siklus kenaikan normal,” kata Kamaruddin. (ikh)



Click to comment

Most Popular

To Top