Toraja

TP4D dan Komisi III Sidak Pengerjaan BBK

MAKALE — Tim TP4D Kejaksaan Negeri (Kejari) Tana Toraja Sidak proyek pekerjaan akses Bandara Buntu Kuni’ (BBK) Selasa, 5 November 2019.

Pekerjaan jalan BBK yang sudah berjalan kurang lebih 2 bulan merupakan proyek strategis yang mendapat pendampingan TP4D Kejari Tana Toraja.

Sidak guna untuk mengetahuk progres pekerjaan dipimpin langsung oleh Kajari Tana Toraja Jefri P. Makapedua didampingi Kasi Intel, Kasi Datun, Kasi Pidsus dan Pemeriksa.

Dalam sidak tersebut, diketahui jika pekerjaan jalan BBK terkendala dengan ketersediaan bahan semen.

“Hambatan di lapangan seperti kekurangan bahan semen agar dicarikan solusi dengan cara berkoordinasi langsung dengan pabrikan semen dan distributor semen,” ujar Jefri memberi arahan ke Johny Pailang, PPK Proyek.

Jefri menekankan, proyek jalan BBK dapat selesai tepat waktu dengan tetap memperhatikan mutu dan kualitas pekerjaan.

“Target penyelesaian hari ini sudah mencapai kurang lebih 40 % sudah di kerjakan. Kita harap selesai sesuai kontrak,” lanjut Kajari.

Kajari berharap, pelaksana kegiatan dapat mengejar penyelesaian pekerjaan supaya tepat waktu dengan tetap memperhatikan mutu dan kwalitas pekerjaan meski ada Kendala hambatan dalam proses pelaksanaan.

Diketahui anggaran proyek Akses BBK bersumber dari APBD Pemprov Sulsel senilai Rp28,4 miliar. Pekerjaan ini dikerjakan oleh rekanan PT. Usaha Subur Sejahtera.

Komisi III

Komisi Tiga DPRD Tana Toraja juga bersama Ketua DPRD Komisi D DPRD Provinsi Sulawesi Selatan Jhon Rende Mangotan meninjau langsung Pelebaran akses jalan Bandara buntu kunik (BBK) di Ge’tengan Kelurahan Rante Kalua, Rabu (6/11/2019).

Proses pelebaran jalan sebelumnya di protes warga karena merusak fasilitas sekolah, rumah warga dan fasilitas ibadah.

Ketua Komisi tiga DPRD Tana Toraja Nicodemus P. Mangera, didampingi PPK Proyek Roby Rangga mengatakan meski pelebaran jalan BBK diprotes warga Ge’tengan, namun pada prinsipnya tidak ada yang menghalangi pembangunan.

Hanya saja Pemda Tana Toraja sebaiknya pertimbangkan aspek sosial dan tidak merugikan warga.

“Apalagi diameter jalan hingga 12 meter, idealnya Pemda cari solusi jalan alternatif,” terang Nico.

Ditambahkan PPK Roby Rangga, sebelum proyek pelebaran jalan habiskan WPBD Rp1 miliar study kelaikan PUPR tiga jalan alternatif jalan BBK, jalur Ge’tengan paling memenuhi syarat dan terdekat.

Meski begitu, sambung Roby, masukan dari komisi tiga setelah ada aspirasi protes warga menjadi perhatian untuk dibicarakan.(cr2/idr)



Click to comment

Most Popular

To Top