Metro

UMKM Diminta Hasilkan Produk Higienis

TOMPOTIKKA — Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) merupakan tulang punggung perekonomian negara berkembang. Untuk itu, dengan adanya UMKM mampu memperkenalkan makanan tradisional yang ada di Indonesia, terkhusus Kota Palopo yang mempunyai banyak makanan tradisional yang diproduksi setiap harinya. Namun, harus tetap mengedepankan dan menghasilkan produk yang aman dan higienis bagi konsumen.

Hal ini diungkapkan Asisten III Setda Kota Palopo, Dr dr Ishak Iskandar, M.Kes mewakili Wali Kota Palopo pada pelatihan kewirausahaan standardisasi pengelolaan makanan dan minuman bagi pelaku UMKM Kota Palopo di Kantor Dinas Koperasi dan UMKM, Kamis, 7 November 2019.

dr Ishak menyampaikan dengan mengadakan pelatihan ini berarti Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Palopo memberikan perhatian dan bimbingan terhadap pelaku UMKM yang ada di Kota Palopo.
Selanjutnya dr Ishak Iskandar menambahkan, produksi makan tradisional memiliki kelemahan yaitu tidak mampu bertahan lama, ini merupakan kendala besar.

“Seandainya makanan khas yang ada di Kota Palopo ini bisa bertahan lama bisa saja kita pasarkan ke luar daerah, bahkan hingga ke mancanegara,” ujarnya kemarin.

Menurutnya, tren penjualan produk pangan di toko online atau marketplace di Indonesia semakin tumbuh bak jamur. Dan target terbesarnya tentu saja segmen pelaku UMKM. Cara produksi pangan yang baik merupakan salah satu faktor yang penting untuk memenuhi standar mutu untuk pangan, karena sangat berguna bagi kelangsungan hidup industri pangan yang berkala kecil maupun besar.

”Keamanan pangan merupakan syarat penting yang harus ada pada pangan yang dikonsumsi masyarakat. Oleh karena itu, pangan industri rumah tangga sangat membutuhkan pembinaan agar produk pangan yang dihasilkan berkualitas dan memenuhi syarat mutu dan keamanan pangan,” sebut mantan Kadis Kesehatan Kota Palopo.

Sementara itu, Kadis Koperasi dan UMKM Kota Palopo, Dra Hj Munasirah, M.Si menyampaikan pelaksanaan kegiatan penyelenggaraan pelatihan kewirausahaan prosedur dan tata cara legalisasi usaha bagi UMKM pada Dinas Koperasi dan UKM Kota Palopo dimaksud agar pelaku usaha dapat mengetahui manfaat standardisasi pangan sesuai kaidah yang berlaku dan juga memberikan manfaat kesehatan bagi konsumen.

Adapun tujuannya yaitu perlindungan kepentingan publik dan lingkunagan, peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap produk nasional di pasar domestik, fasilitasi akses produk nasional ke pasar global, dukungan bagi platform sistem inovasi nasional, dan dukungan terhadap keunggulan kompetitif bagi produk.

Pelatihan ini diikuti sebanyak 35 orang peserta dan narasumber yakni Kepala BPOM Kota Palopo, Dra Nurtati Rahman, Apt. M. Kes.(rhm)



Click to comment

Most Popular

To Top