Utama

Bangun Menara Payung, Pemkot Butuh Rp103 M

ilustrasi

* Jadi Pusat Kuliner

PALOPO — Pemkot Palopo rencananya akan melakukan pinjaman dana sebesar Rp103 miliar untuk membangun pusat kuliner yang terletak di kawasan Luwu Plaza Palopo (pasar lama).

Hal itu terungkap dalam pembahasan KUA-PPAS APBD 2020 di kantor DPRD Palopo, Rabu siang, kemarin.
Kabid Anggaran BPKAD, Raodah menyebutkan, direncanakan akan dilakukan pinjaman Rp103 miliar untuk memuluskan salah proyek tersebut.

“Jadi konsepnya bukan pembangunan menara payung, tapi pusat kuliner yang menyerupai menara payung,” katanya.
Terkait sumber pinjaman ini, pihaknya enggan membocorkan, namun kata dia bahwa besaran bunga pinjaman itu nantinya sebesar 7,3 persen per tahun.

“Tahun pertama akan dibayarkan bunga dan administrasi. Selanjutnya tahun kedua hanya membayarkan bunganya saja. Untuk tahun ketiga sampai ke lima kita bayarkan bunga dan pokok pinjamannya,” katanya.
Jika dihitung, lanjut dia, maka total bunga sebesar Rp36 miliar. Namun menurutnya pinjaman tersebut tidak seperti pinjaman di perbankan pada umumnya.

“Jadi pinjaman bunga 7,3 persen jika dihitung bunganya tidak sampai Rp36 miliar, melainkan hanya Rp21 miliar,” katanya. Sementara, Anggota DPRD Palopo Baharman Supri mengharapkan agar pihak Pemkot Palopo harus melakukan kajian matang terhadap program tersebut.

Ia juga menginginkan agar sebelum proyek ini berjalan agar dilakukan ekspose bersama DPRD.
“Agar kita semua tahu. Dan seperti apa gambarannya serta asas manfaatnya,” katanya. (rul/idr)



Click to comment

Most Popular

To Top