Luwu

Warga Belopa Kenang Sumardy Mansyur

” Terhenyak ! Saya seperti tidak percaya. Status ini bohong. Saya protes. Ini keliru. Tidak mungkin. Sungguh tidak mungkin. Jempol saya liar naik turun mencari kebenaran. Kebenaran berita kematiannya. Saya berharap tidak lagi menemukan status lain yang isinya sama.

Harapan pagi ini berbalik. Lain yang kudapatkan. Dinding facebook sudah penuh kabar kematian. Meluap. Mencipta banjir ucapan belasungkawa dari para sahabat. Sudah tidak terbendung. Menusuk, menembus pori-pori kantong mata. Mengaduk-ngaduk rasa, membuncah hingga pecah menjadi air mata. Sumardy Mansyur meninggal… ! Rameos Art ? Iya. Si Sumar. Seniman lukis. Si peniup seruling. Ahli bonsai itu, ”

Itulah penggalan puisi yang dibacakan Nursaleh, yang akrab di sapa Ale di panggung hiburan pada pelataran gedung Simpurusiang Belopa, Sabtu malam (23/11) lalu. ASN Pemkab Luwu yang juga mantan jurnalis ini membacakan puisi berjudul ‘Kanvas’ dalam acara Night Session mengenang kepergian Sumardy Mansyur yang akrab disapa didunia maya dan para sahabatnya dengan sebutan Rameos Art, sosok seniman multi talenta asal Kelurahan Sabe Belopa.

Ada ratusan orang yang hadir dalam acara tersebut, mereka adalah para seniman, musisi, pencinta hewan piaraan, pencinta lingkungan, insan pers, generasi muda, serta warga masyarakat Ibukota Belopa Kabupaten Luwu yang hadir, Sabtu malam di Belopa, untuk mengenang dan memberikan penghargaan kepada almarhum Sumardy Mansyur atau Rameos Art.

Jaya Lobo, pembawa acara Night Session Mengenang Rameos Art, mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan atas seijin keluarga dan segenap sahabat dekat almarhum ini bertujuan mengenang perjalanan hidup sosok Sumardy Mansyur, dimana semasa hidupnya almarhum dikenal sebagai sosok seniman sejati yang multi talenta yang pernah dimiliki masyarakat Kabupaten Luwu.

” Warga Luwu sangat kehilangan sosok seniman multi talenta, beliau adalah sosok pelukis handal yang menciptakan beberapa lukisan apik, bahkan lukisannya sampai di kediaman Menteri Pertahanan RI,  Prabowo Subianto. Beliau juga seniman musik yang sangat terampil memainkan seruling, beliau juga ahli pembuat patung, serta piawai pula dalam seni teatrikal. Beliau adalah aset Luwu.

Wartawan Harian Palopo Pos, Andrie Islamuddin, juga mengenal dekat Sumardy Mansyur, menurut Andrie, Rameos Art yang berpulang ke Rahmatullah 18 November lalu, adalah aset SDM multi talenta yang pernah dimiliki Tana Luwu. Disamping seniman, alumni SMAN 1 Belopa angkatan 1991 itu juga sosok humoris namun tegas dan tak pernah berhenti menyampaikan kritik sosial kemasyarakatan.

” Beliau seniman yang humoris. Sangat sulitlah kita mencari sosok seperti Bang Rameos Art yang multi talenta. Beliau kritis. Kadang saya dimintanya mengkritisi fenomena sosial keagamaan di Luwu. Contoh almarhum berharap masjid-masjid di Luwu dapat lebih megah dan makmur jamaahnya. Almarhum juga tegas dan objektif pada aspek penilaian seni. Almarhum Rameos Art tidak mau jadi juri dalam kegiatan Pemda maupun swasta, bila ada gelagat dirinya didesak berbuat tidak adil terhadap peserta kegiatan, ” Tandas Andrie Islamuddin. (and)



Click to comment

Most Popular

To Top
.