Utama

2020, Bandara Sorowako dan Bua Diperpanjang

PALOPO — Kementerian Perhubungan tahun 2020, bulan depan, mengaku akan menyelesaikan sejumlah proyek skala nasional yang pembangunannya masih berjalan.

Hal itu disampaikan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi (BKS) saat berada di atas pesawat bareng bersama Komisaris Utama PT KIMA, Saldy Mansyur.

Dalam rilisnya kepada Palopo Pos, Saldy yang juga politisi Nasdem ini menjelaskan, ia tak sengaja sederet dengan Menhub di kelas ekonomi Garuda Indonesia.

“Beliau (Menhub) orangnya sederhana, duduk di kelas ekonomi pun rela,” ujarnya, Sabtu 30 November 2019.
Dalam perbincangan sekira 1 jam di atas pesawat tujuan Makassar ke Surabaya, sejumlah proyek Kementerian Perhubungan di Sulsel dijelaskannya.

Dimulai dari progres penyelesaian kereta api Makassar-Parepare. Dikatakan Menhub, masih ada sejumlah lahan yang belum dibebaskan, utamanya di daerah Barru. Sehingga tahun 2020, Kemenhub memprioritaskan daerah Barru tuntas 2020.

Terus, perpanjangan run way Bandara La Galigo Bua, kata Menhub juga tengah menunggu laporan dari Pemda Luwu kepada dirinya.
“Jadi bolanya sekarang di Pemda Luwu, percepat buruan anggaran,” kata Saldy menambahkan pernyataan Menhub.

Selanjutnya, pembangunan Bandara Sorowako, Menhub mengaku akan segera difungsikan untuk umum serta dilakukan perpanjangan rum way.
Ada juga pembangunan Pelabuhan Garonggong di Barru, akan dirapikan untuk dibesarkan fungsinya di tahun 2020.

Terakhir, pembangunan Bandara Kediri akan dilakukan kerja sama dengan PT Gudang Garam dalam penyediaan lahan sebanyak 3.000 Ha.
Ditambahkan Saldy, jika sosok Menhub BKS adalah sahabatnya tatkala masih bersama-sama di PT Pembangunan Jaya Grup, binaan alm Pak Ciputra.

Prioritas

Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Sarce Bandaso Tandiasik menegaskan mendukung Penambahan Anggaran untuk Melanjutkan Pembangunan Bandara Buntu Kunyi yang dikenal dengan nama Bandara Internasional Toraja dan Bandara Andi Jemma Luwu Utara yang saat ini membutuhkan Perluasan Pembangunan Bandara.

Hal itu diungkapkannya saat menggelar Rapat Kerja Bersama Kementrian Perhubungan, yang dipimpin Langsung oleh Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi di Ruang Komisi V DPR RI, Selasa, 13/11/2019.

Dirinya menjelaskan, bahwa saat ini Masyarakat Toraja membutuhkan Percepatan Pembangunan Bandara Buntu Kunyi dalam menunjang Pendapatan Asli Daerah.

“Saya Berharap Pak Menteri Budi Karya Sumadi, bisa menjadikan Pembangunan Bandara Buntu Kunyi menjadi Skala Prioritas apalagi dalam Pilpres kemarin Suara Pak Jokowi di Toraja sangat Besar ini harus menjadi Perhatian khusus dari pak Menteri. Ungkap Politisi PDI Perjuangan itu.

Selain itu, kehadiran Bandara Buntu Kunyi akan menopang Perkembangan Pariwisata Toraja di dua Kabupaten yakni Tana Toraja dan Toraja Utara, Sehingga dengan adanya Percepatan Pembangunan Bandara maka akan memudahkan Turis Mancanegara dan Nasional berkunjung Ke Toraja, tak perlu jauh lagi naik Bus dari Kota Makassar ke Toraja.

Selain itu, di Luwu Utara telah Menyiapkan Lahan 38 Ha untuk perluasan Bandara Andi Jemma dalam menopang Pembangunan di Luwu Raya, maka saya juga berharap Pak Menteri bisa memperhatikan Penambahan Anggaran untuk Pengembangan Pembangunan Bandara Andi Jemma tersebut. Tegas Mantan Anggota DPRD Sulsel Tersebut
Ini dua point penting dari saya untuk menjadi skala Prioritas Bagi Kementerian Perhubungan ke depan.(idr)



Click to comment

Most Popular

To Top