Utama

Januari, Palopo Mulai Lelang Proyek

PALOPO — Menindaklanjuti arahan Gubernur Sulsel, Prof Nurdin Abdullah, Pemerintah Kota Palopo tengah menyusun dokumen lelang sejumlah proyek.

Dikatakan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Palopo, Firmanza DP M.Si, Januari sejulah proyek yang terkoneksi dengan anggaran Pemprov Sulsel mulai dilelang.

Proyek yang dimaksud, kata Firmanza DP ada dua. Yakni, pembangunan rest area Sampoddo, dan Swim Bath di Latuppa.
“Dua proyek ini, rest area dan swim bath dari kita (Pemkot) yang menyiapkan DED-nya (Detail Engineering Design),” kata Firmanza, akhir pekan lalu di Gedung DPRD Kota Palopo saat pembahasan RAPBD 2020 Pemkot Palopo.

Sementara, lanjutnya, proyek lainnya, seperti pembangunan RS Regional, dan revitalisasi Pantai Labombo, dokumennya dari pihak Pemprov.

Jika lelang dilakukan Januari, tambahnya, kemungkinan besar Maret sudah bisa dimulai pengerjaan.

Sebelumnya, Saat berkunjung ke Kota Palopo, Gubernur Sulsel, Prof Nurdin Abdullah di hadapan Bupati/Wali Kota se-Luwu Raya meminta untuk mengutamakan program prioritas. Kalau bisa lelang proyek bisa dilakukan Desember 2019, agar Januari 2020 langsung bisa action.

“Jangan kita merencanakan sesuatu yang tidak langsung bisa dirasakan. Contoh misalnya kita membangun pelabuhan tapi tidak ada jalan akses. Kita membangun kawasan wisata tapi akses ke kawasan wisata juga tidak terkoneksi,” ujar Nurdin.

Nurdin mengingatkan para kepala daerah untuk bersinergi dengan pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota. Salah satu cara yang dilakukannya adalah dengan road show ke daerah di Sulsel, dan melakukan FGD.

Di kantor Wali Kota Palopo, Gubernur kembali menyampaikan pesan Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar pemerintah daerah mempercepat realisasi anggaran melalui pelelangan yang cepat.

“Bapak Presiden juga memesankan kepada kita bukan hanya realisasi serapan annggaran, tapi manfaat yang dirasakan oleh masyarakat. Jadi saya kira 2 hal itu yang lebih penting, cepat pelelangan dan seluruh realisasi anggaran kita tentu langsung dirasakan oleh masyarakat,” paparnya.

Gubernur berkomitmen, ke depan, tidak ada lagi program yang dibuat sendiri provinsi tanpa bersinergi dengan program di kabupaten/kota.
“Saya berharap APBD kita betul-betul diserap. Dari provinsi bahkan telah menyiapkan anggaran untuk daerah. Tentunya siapa daerah yang siap itu akan disuport,” sebutnya.(idr)



Click to comment

Most Popular

To Top