Luwu

Sosialisasi Perda Pendidikan Di Pelosok

* Fadriaty Motivasi Orang Tua

LAROMPONG-–Legislator Fraksi Partai Demokrat DPRD Propinsi Sulawesi Selatan, Fadriaty AS, ST, MM, Senin (2/12) kembali mensosialisasikan Produk Hukum Daerah Perda Nomor 2 Tahun 2017 Propinsi Sulawesi Selatan tentang Wajib Belajar Pendidikan Menengah. Sosialisasi ini menyentuh warga pelosok di Kabupaten Luwu.

Dihadapan Kepala Desa, Ketua BPD dan segenap masyarakat Desa Cakkeawo Kecamatan Suli, Fadriaty mengungkapkan walaupun banyak generasi muda tinggal di perdesaan, namun pemerintah Propinsi Sulsel yang di Nakhodai Gubernur H Nurdin Abdullah sangat menginginkan orang tua untuk mengoptimalkan pendidikan putra putri mereka.

“Banyak generasi muda kita yang tinggal di desa-desa. Namun demikian saya berharap para orang tua, pemerintah di desa serta tokoh masyarakat, untuk sama-sama mendorong putra putri kita agar menuntut ilmu setinggi-tingginya. Minimal generasi muda harus tamat tingkat SLTA bahkan bisa melanjutkan hingga ke perguruan tinggi, ” Ungkap Fadriaty.

Fadriaty yang akrab di sapa Enceng, mengatakan, dengan perkembangan jaman saat ini, generasi muda harus mampu meraih basic keilmuan setinggi-tingginya, karena semakin kedepan, pada era globalisasi yang semakin kompetitif, menghendaki generasi muda yang punya skill. Dan skill tersebut dapat diperoleh melalui jenjang pendidikan.

“Saya harapkan orang tuaku, sekolahkan ki anak-anak ta’ setinggi-tingginya. Kasi tamatki pendidikan menengahnya dan itu tidak ada masalah karena pemerintah menanggung biaya pendidikan, meskipun masih belum otpimal, ” Kata Enceng yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi D yang menangani infrastruktur.

Srikandi asal Luwu Raya ini mengatakan, para orang tua siswa yang berada diperdesaan, meskipun bermata pencaharian sebagai petani maupun pekebun, namun harus tetap memiliki upaya yang kuat untuk menyekolahkan putra putrinya, dan tidak menggiringnya untuk menjadi pengangguran.

“Kami pahami bapak ibu mungkin berprofesi sebagai petani dan pekebun. Tetapi jangan ki ajak anak ta ke kebun atau ke sawah di jam sekolah, dengan alasan untuk membantu orang tua. Berikan kesempatan putra putri kita sekolah, sehingga kelak mereka bisa sukses dan dapat membangun daerahnya. Saya contohkan ki, banyak tokoh nasional di Jakarta dan di kota-kota besar, mereka sukses, disana, tetapi para tokoh ini berasal dari kampung. Itu karena mereka memiliki keilmuan yang mendukung masa depan mereka. Jadi sekali lagi, sekolahkan ki anak-anak Ta setinggi tingginya, ” Tandas Enceng. (and)



Click to comment

Most Popular

To Top