Ragam

Peringkat Pendidikan Indonesia di Bawah Malaysia dan Brunei

* Dr Ishaq: Penyebabnya, Negara Kita Luas dan Penduduk Sangat Banyak

PALOPO— International Student Assessment (PISA) merilis peringkat pendidikan dunia tahun 2018, Selasa (03/12). Indonesia berada di papan bawah peringkat, “tertinggal” dari negara tetangga seperti Malaysia dan Brunei.

Ketua Forum Doktor Luwu Raya, Dr dr Ishaq Iskandar MKes yang dimintai tanggapannya, Rabu, 4 Desember 2019 kemarin, mengungkapkan, penyebab rendahnya peringkat pendidikan Indonesia yakni karena negara Indonesia sangat luas dan jumlah penduduk yang sangat banyak. Sehingga kemampuan pemerintah untuk mengcover semuanya, belum optimal.

”Banyak pulau-pulau, daerah terpencil, daerah perbatasan, gap antara pulau, kota dan desa, yang tidak terjangkau secara maksimal,” jelas Dr Ishaq yang juga mahasiswa Pasca Sarjana Universitas Muhammadiyah Palopo.

Kemudian, manajemen pendidikan yang belum optimal termasuk sumber dana, guru yang berkualitas, dan pendidikan karakter
, juga menjadi penyebab pendidikan Indonesia masih rendah.

Untuk diketahui, Forum Doktor Luwu Raya beranggotakan para doktor yang berprofesi sebagai dosen dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Luwu Raya. Seperti Dr Suaedi (Direktur ATIN Dewantara), Dr Muh Yusuf Qamaruddin (Direktur Prodi PPS UM Palopo), Dr Muh Risal SE MSi (Ketua Prodi PPS UM Palopo), Dr Rustan S MHum (dosen IAIN Palopo), Dr Irman Halid (dosen Unanda), Dr Ishaq Runi (dosen Unanda), Dr Bakhtiar (WR II Unanda), dan lainnya.

Sebelumnya, bbc.com melansir, PISA menerbitkan hasil penelitian pengetahuan murid dalam hal membaca, matematika dan ilmu pengetahuan, serta apa yang dapat mereka lakukan dengan pengetahuan tersebut. Indonesia mendapatkan angka 371 dalam hal membaca, 379 untuk matematika dan 396 terkait dengan ilmu pengetahuan.

Peringkat sistem pendidikan Indonesia terendah di dunia Konseling virtual, buku interaktif, dan berbagai inovasi teknologi pendidikan di Indonesia Wacana ‘impor’ rektor asing, mampukah tingkatkan peringkat perguruan tinggi Indonesia? Sementara Malaysia mendapatkan nilai membaca sebesar 415, 440 untuk matematika dan 438 bagi sains.

Peringkat PISA yang dibuat The Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) Organisasi bagi Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan ini mengisyaratkan kualitas pendidikan di dunia. Pemeringkatan ini dipandang memungkinkan para pengajar dan pembuat kebijakan untuk belajar dari kebijakan dan praktik yang diterapkan di negara-negara lain.

PISA menempatkan China di urutan teratas dunia di semua subjek. Dengan angka membaca 555, matematika 591 dan ilmu pengetahuan 590 berdasarkan data dari empat provinsi Beijing, Shanghai, Jiangsu dan Zhejiang dengan jumlah penduduk 180 juta. Keempat provinsi ini dipandang sangat efektif dalam memastikan semua murid, termasuk yang memiliki keterbatasan, untuk mencapai prestasi tertinggi.

Di peringkat kedua di dunia adalah Singapura dengan angka 549 untuk membaca, 569 untuk matematika dan 551 untuk sains.
Estonia dipandang sebagai kekuatan pendidikan terbaru di Eropa, dengan mengalahkan sejumlah ekonomi utama benua ini, termasuk Inggris. Pada tahun 2016, Estonia berada di peringkat ketiga dalam ilmu pengetahuan, sementara Inggris di urutan ke 12.

Dalam hal membaca, Estonia di urutan ke enam, jauh di atas Inggris yang di peringkat ke-22.
Pemerintah Estonia memang memprioritaskan kualitas terbaik khususnya terkait dengan pendidikan dasar. OECD telah melakukan tes ini sejak tahun 2000, dan kebanyakan negara dengan pemasukan menengah dan tinggi ikut serta di dalamnya.

Tes PISA telah menjadi alat ukur berpengaruh terkait dengan standar pendidikan, karena memberikan perspektif yang berbeda dengan ujian nasional. (ikh)



Click to comment

Most Popular

To Top