Opini

MASIHKAH ADA RUANG TERBUKA HIJAU DI KAWASAN PERKOTAAN?

Prev1 of 2
Use your ← → (arrow) keys to browse

Dr. Idawati, S.P.,M.Si
Dosen Agribisnis Fakultas Pertanian dan Ketua LPM Universitas Andi Djemma, Palopo

Penulis adalah lulusan S3 Penyuluhan Pembangunan FEMA, IPB University

Alih fungsi lahan ke non pertanian yang tidak terkendali akan menyebabkan permasalahan ketahanan pangan, lingkungan dan ketenagakerjaan. Selain itu, adanya dampak perubahan iklim berpengaruh bagi keberlanjutan hidup manusia, hewan dan tumbuhan.
Terjadinya perubahan lingkungan biofisik pada tanaman memberikan dampak tidak langsung pada lingkungan sosial ekonomi petani dam masyarakat pada umumnya. Dampak ini menyebabkan petani berspekulasi dalam mengeluarkan biaya perawatan yang semakin meningkat bagi usaha taninya, sedangkan pendapatan yang diterima semakin berkurang sehingga diperlukan upaya adaptif mengatasi permasalahan tersebut.
Upaya tersebut dibutuhkan saat terjadi kekeringan, tanah beku, hujan lebat atau banjir menyebabkan gagal panen pada tanaman, salah satunya hasil produksi buah-buahan dan sayur-sayuran yang memiliki karakteristik sebagai tanaman musiman. Buah-buahan dan sayuran di pasar semakin berkurang atau tidak lagi tersedia. Keterbatasan ini menyebabkan harga menjadi mahal, selain itu, lahan semakin sempit, akibat melonjaknya populasi.

Pertanyaan yang muncul, bagaimana pasokan bahan makanan di perkotaan tersedia untuk jangka panjang?

Pemerintah daerah dan kota khususnya Kadis Pertanian, Peternakan dan Perkebunan (PPP), Kota Palopo, Andi Bakhtiar telah mensosialisasikan adanya bantuan beberapa jenis bibit cabai dan lain-lain pada seluruh wilayah binaan BPP melalui pameran yang dilakukan di Kota Palopo.

Permasalahan yang muncul adalah bagaimana persepsi petani terhadap upaya penanaman buah-buahan dan sayuran ini??
Karakteristik mayoritas petani di wilayah Kota Palopo biasanya menganggap kecil harga sebuah cabai sehingga tidak memperhatikan dan tidak memiliki motivasi untuk menanam pada lahan kebun atau pekarangannya. Hal ini dapat dijadikan momentum bagi petani dan ibu-ibu rumah tangga untuk melakukan upaya memulai penanaman dengan didampingi oleh penyuluh-penyuluh sesuai wilayah binaan bekerja sama dengan perguruan tinggi setempat khususnya Fakultas Pertanian, Universitas Andi Djemma Palopo. Upaya tersebut dengan melakukan:

Prev1 of 2
Use your ← → (arrow) keys to browse



Click to comment

Most Popular

To Top