Ragam

Akademisi IAIN Perkenalkan Masjid Jami di Konferensi Internasional Malaysia

Tampak Akademisi IAIN Palopo, Dr Abbas Langaji, M.Ag saat memaparkan Masjid Jami yang ditelitinya pada Konferensi Internasional Universitas Malaya, Kuala Lumpur, Malaysia, 11 hingga 12 Desember 2019 kemarin.

MALAYSIA–Akademisi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo, Dr Abbas Langaji, M.Ag memperkenalkan Masjid Jami yang ditelitinya pada Konferensi Internasional Universitas Malaya, Kuala Lumpur, Malaysia, 11 hingga 12 Desember 2019 kemarin.

Dr Abbas Langaji, M.Ag dari hasil penelitiannya dihadapan para peneliti dari berbagai belahan dunia memaparkan bahwa, ketika perpindahan ibukota kerajaan Luwu dari Malangke ke Ware (Palopo), fasilitas publik pertama dan dibangun secara permanen adalah masjid, yang saat ini dikenal sebagai Masjid Jami Tua.

“Sejak pendiriannya, Masjid Jami Tua menjadi pusat dakwah dan peletakan dasar-dasar peradaban Islam yang pengaruhnya masih tampak hingga hari ini,” sebutnya.

Sementara itu, beberapa pakar sejarah dan peradaban yang hadir daLam konferensi tersebut terkesan dengan profil Masjid Jami Tua sebagaimana yang dipresentasikan. Mereka menyarankan agar publikasi profil masjid Jami agar diperbaiki, diperbanyak, dan diperluas terutama menggunakan media intrrnet. Sehinggg bisa dibaca org dari berbagai belahan dunia.

“Hal ini disebabkan karena ketika menerima makalah, mereka langsung browsing di internet, informasi yang mereka dapatkan ternyata sangat terbatas dan kajiannya dianggap masih dangkal,” katanya.

Untuk diketahui pada konferensi internasioanl tersebut dihadiri para peneliti, pakar sejarah peradaban Islam yang berasal dari Mesir, Turki, Libya, Pakistan, Timur Tengah, dan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Sementara itu dari Tana Luwu, selain Dr Abbas Langaji, juga diikuti Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Palopo, Dr Nurdin, K, M.Pd serta mahasiswi Pascasarjana Komunikasi Unhas.(ich)



Click to comment

Most Popular

To Top