Toraja

Dewan Torut Sesalkan Sistem e-voting Pilkalem

RANTEPAO — Anggota DPRD Kabupaten Toraja Utara, Ratte Salurante atau yang akrab disapa Rate angkat suara terkait ratusan warga melakukan aksi unjuk rasa di kantor DPRD Toraja Utara, Senin, 16 Desember 2019.

Ratte mengatakan bahwa massa datang untuk mempertanyakan kasus atau persoalan yang mereka alami pasca pemilihan melalui alat pemilihan e-voting.

Ratte kepada Palopo Pos, Selasa 17 Desember 2019 jelaskan terkait kerja hasil dari e-voting itu tidak seperti apa yang pertama dikatakan oleh pihak penyelenggara dalam hal ini Dinas DPML. Dimana pemilihan panitia pemilihan kepala Lembang daerah dikatakan alat ini akan menolak KTP secara otomatis yang belum genap 6 bulan berdomisli di Lembang tersebut.

Namun nyatanya di lapangan tidak seperti itu.
“Menurut panitia pilkalem kabupaten bahwa alat e-voting ini tidak ada kecurangannya, padahal rupanya jauh lebih besar kecurangannya karena operator penggeraknya, siapa yang menggemparkan, apa yang digerakkan, apa yang di akses masuk itulah yang akan muncul,” kata Rate.

Ia melanjutkan, lebih aneh lagi kenapa pihak penyelenggara mengadakan pemilihan e-voting, namun kalau voting itukan langsung. “Kenapa ada yang dirahasiakan seperti kotak suara itu kenapa bukan itu yang dibuka, kenapa itu disegel,” terang Rate.

Bahkan didatangkan pengamanan Pasukan Brimob, sedangkan pemilihan Presiden saat itu Pasukan Brimob hanya memantau untuk memonitor saja, sedangkan Pemilihan Kepala Lembang pasukan Brimob standby di sana, bahkan sudah ada yang berbulan-bulan.

Dengan adanya pasukan Brimob, menimbulkan banyak kecurigaan kepada kita, kenapa pihak DPMPL sangat memperketat tentang pembukaan kotak suara itu bahkan memang dia tidak mau buka karena katanya dilindungi oleh Perppu.(alb/idr)



Click to comment

Most Popular

To Top