Kriminal

Oknum ASN Palopo Dilapor Penggelapan Sertifikat Tanah

Terlapor, Miftahuddin (kanan) berserta pelapor, Anshar (kiri) usai dipertemukan di ruang penyidik Polres Palopo, Selasa, 17 Desember 2019.

PALOPO-Lantaran melakukan penipuan dan penggelapan, salah ASN di Kota Palopo, Miftahuddin terpaksa berurusan dengan aparat Kepolisian. Peristiwa ini bermula, ASN ini membeli sebuah rumah milik Anshar yang berlokasi di Nyiur seharga 150 juta dengan dana awal pembayaran Rp40 juta kepada sipemilik rumah.

Belakangan, ASN ini enggan melunasi sisa pembayaran dari rumah yang dia beli. Peristiwa ini terjadi 2018 lalu. Malah, terlapor Miftahuddin menggadaikan sertifikat rumah itu ke orang lain seharga Rp10 juta.

“Saat dia menyerahkan uang tandi jadi itu ke saya. Saya pun langsung menyerahkan sertifikatnya. Namun belakangan terlapor enggan melunasi sisanya dan malah menggadaikan sertifikat tersebut,” kata pelapor, Anshar, kepada Palopo Pos, Selasa, 17 Desember 2019.

Selanjutnya, 8 Desember 2019, korban melaporkan resmi kasus tersebut dan pihak penyidik mengambil keterangan dan mempertemukan kedua belah pihak. Hasilnya, keduanya bersepakat damai dengan beberapa ketentuan. “Jadi uang tanda jadi itu saya kembalikan. Hanya saja nilainya Rp30.700.000 ,” katanya.

Meski begitu, kedua belah pihak membuat pernyataan dengan sisa uang tanda jadi itu  akan dikembalikan setelah rumah tersebut laku terjual. “Saya sangat dirugikan atas masalah ini. Sebab, si pembeli sudah tidak bisa membayar sisa uang dari pembelian rumah itu senilai Rp110 juta. Makanya, lebih baik uang tanda jadi ini saya kembalikan. Akibat dari kejadian ini saya mengalami kerugian materil Rp110 juta. Kini sertifikat tersebut ditahan Polisi,” katanya. (rul)



Click to comment

Most Popular

To Top