Toraja

Eks Panwascam Nilai Seleksi Sarat Nepotisme

RANTEPAO — Seleksi penjaringan Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Toraja Utara sarat nepotisme. Dinilai sekadar formalitas saja. Pasalnya, ada yang nilai ujian tertulis CAT hanya 20-an, tapi, dinyatakan lolos.

Terkait hal tersebut, dipertanyakan dari beberapa eks Panwascam, mengenai hasil yang telah ditetapkan dari Bawaslu Torut.

Salah satu mantan Panwascam Torut, Fredrik Sampebua mengatakan, sangat menyesalkan terkait adanya beberapa calon Panwascam yang lolos karena diduga “titipan” oknum pejabat. Baik dari kecamatan, dan kabupaten. Sehingga, seleksi ini terkesan hanya formalitas belaka.

“Bagi incumben timbul pertanyaan apakah ini tes materi atau sekadar evaluasi, dan bagi mereka yang baru, apakah itu betul-betul sudah cukup dengan 10 menit mereka sudah dinyatakan lulus untuk menjadi panwascam, atau cukup dengan mengikuti tes alat ujian tulis yang dilaksanakan dalam bentuk komputer (CAT),” ujar Fred, Kamis 19 Desember 2019 yang ditemui Palopo Pos di Rantepao.

Masih kata Fred, bahwa pernyataan yang disampaikan Komisioner Bawaslu Torut kepada mantan Panwascam hanya sekitar pengalaman pemilihan sebelumnya, yakni pemilihan gubernur, presiden dan wakil presiden, pileg, dan DPD. “Hanya seputar pengalaman pileg lalu saja, dan tidak ada pertanyaan lain. Jadi wajar kalau incumbent ini bertanya dari segi apa dia digugurkan dalam penentuan penilaian lulus tidaknya seseorang,” sebutnya.

“Kami tidak tahu apa penyebabnya sehingga kami tidak lolos, padahal jauh hari dikatakan akan merekrut yang sudah berpengalaman, tetapi nyatanya, banyak yang tidak ada pengalaman tetapi justru itu yang lolos. Ada apa dengan penyelenggara ini,” ungkap Fred dengan nada kesal yang diwawancarai.

Ia menambahkan, persoalan ini akan ditindaklanjuti ke Bawaslu Provinsi dan Bawaslu RI. Yang disertai dengan beberapa bukti yang peroleh di lapangan.(alb/idr)



Click to comment

Most Popular

To Top
.