Luwu

Jumlah ‘Honda’ K2 Berbeda

* Antara Versi Pemkab dan FHK2I

BELOPA—Lembaga DPRD Kabupaten Luwu tidak mempersoalkan bila Pemkab Luwu berencana merampingkan/mengurnagi jumlah tenaga honorer daerah Kategori-2 (Honda K2). Hanya saja, Anggota Komisi I DPRD Luwu mewanti-wanti agar Pemkab Luwu memiliki data yang jelas jumlah pasti tenaga honorer K2 Kabupaten Luwu saat ini, dimana komisi I mnemukan adanya perbedaan.

Wakil Ketua Komisi I DPRD Luwu, H Lahmuddin SH, MH dihadapan perwakilan Pemkab Luwu dan perwakilan tenaga honorer K2 Kab Luwu Senin (6/1) kemarin mengungkapkan, sebagai wakil rakyat pihaknya sangat mendukung jika Pemkab Luwu dapat mengangkat tenaga honrer K2 menjadi CPNS. Hanya saja regulasi hingga saat ini belum membolehkan untuk diangkat secara keseluruhan.

“Jika memungkinkan, seharusnya tenaga honorer K2 ini bisa diangkat menjadi CPNS. Apalagi jika mereka benar-benar mengabdi sudah bertahun-tahun dan terdata. Tetapi jika memang Pemkab Luwu ingin melakukan pengurangan, kami minta tidak gaduh dan betul-betul harus selektif. Kami juga menilai yang ingin diangkat mencapai CPNS juga harus sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku,” ungkap Lahmuddin.

H Lahmuddin mengatakan, komisi I DPRD Luwu memberi perhatian serius atas adanya wacana pengurangan tenaga honorer K2 Luwu., mengingat hal ini akan berdampak serius ditengah masyarakat. Apalagi berdasarkan penjelasan pihak Inpsketorat dan BKPSDM Luwu, maupun dari pihak perwakilan forum honorer K2, terjadi perbedaan data

” Tadi dijelaskan oleh BKPSDM Luwu dan Inspektorat Luwu jumlah tenaga honorer yang terdata tersisa 3.484 orang yang tersebar di OPD hingga ke kecamatan dengan beban APBD untuk membiayai honor mereka mencapai Rp21 miliar lebih. Tetapi disisi lain ada data yang berbeda diungkap oleh Forum Tenaga Honorer K2 Luwu, dimana jumlah honorer K2 yang tersisa saat ini sebanyak 2.735 orang, dan ini diklaim jumlah tenaga honorer daerah K2 yang asli. Dengan begitu ada selisih 751 orang. Kami berharap perbedaan data ini bukan berarti terjadi adanya penambahan honorer K2 baru,” kata Lahmuddin.

Berdasarkan penjelasan perwakilan Forum HK2I Luwu, mereka sudah melakukan proses verifikasi berlapis dalam menentukan jumlah Honda K2 yang murni di Kabupaten Luwu saat ini. Tahap pertama mereka melakukan pendataan dengan merujuk pada tenaga honorer K2 yang pernah mengikuti tes K2, dengan jumlah sebanyak 5 ribuan orang yang disesuaikan kepemilikan kartu tes.

Verifikasi tahap kedua dilakukan dengan melakukan klarifikasi data tersebut ke masing-masing OPD lingkup Pemkab Luwu pada tahun 2018, dimana tersisa sebanyak 2.897 orang, dimana mereka memegang Surat Pertangung Jawaban Mutlak (SPJM) dari pimpinan OPD masing-masing. Tahap ketiga dilakukan kembali verifikasi, dimana tercatat sudah ada 62 orang yang lulus menjadi CPNS dan 100 orang yang lulus P3K, sehingga tenaga honorer K2 Luwu yang tersisa di Luwu hanya sebanyak 2.735 orang saja.

“Kami tidak mempersoalkan jika memang akan dilakukan perampingan. Tetapi kami berharap Pemkab Luwu tidak menyentuh 2.735 orang tenaga honorer ini, karena inilah yang dianggap asli menurut FHK2I Korda Luwu, ” Ungkap perwakilan honorer K2 dihadapan komisi I DPRD Luwu, seraya mengatakan perbedaan jumlah honorer K2 antara BKPSDM Luwu dan FHK2I Korda Luwu dikarenakan soal tata cara pengambilan data dilapangan, dimana BKPSDM Luwu hanya melalui OPD saja, sementara Forum HK2I Luwu berdasarkan verifikasi nyata dilapangan (and/rul)



Click to comment

Most Popular

To Top