Utama

Luwu Raya-Toraja Masuk Zona Ekstrem

ilustrasi

* BMKG Prakirakan Cuaca Sepekan Masih Terjadi Hujan Lebat

PALOPO — Cuaca ekstrem diprediksi masih akan berlangsung selama sepekan ke depan. Mulai tanggal 9 sampai 12 Januari 2020. Hal ini diungkap BMKG Sulawesi Selatan. Cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang.

“Berdasarkan pantauan kami di sejumlah posko, intensitas currah hujan meningkat lebih dari 55 Milimeter. Itu kategori hujan lebat dan ekstrim. Itu terjadi pekan ini,” jelas Kepala BMKG Sulsel, Dermawan, Selasa (7/1/2020).

Dermawan juga menjelaskan, penyebab terjadinya cuaca ekstrem ini karena adanya peningkatakan aktivitas atmosfer. Terjadi peningkatan pertumbuhan awan hujan karena peningkatan monsun asia.

Untuk wilayah yang diprediksi masuk zona terdampak cuaca ekstrem, di antaranya Makassar, Pinrang, Pangkep, Maros, Soppeng, Sindereng Rappang Rappang (Sidrap), Luwu, Luwu Timur, Luwu Utara, dan Toraja Utara. Serta angin kencang akan melanda di pesisir Sulawesi Selatan bagian Barat, Timur dan Selatan.

Gelombang tinggi juga akan terjadi setinggi 1,5 M hingga 2,5 M yang diperkirakan terjadi di Selat Makassar bagian Selatan, Perairan Sparemonde Makassar, Perairan Pare-Pare, Perairan Sabalana, Perairan Selayar, hingga Teluk Bone Bagian Selatan.

“Sedangkan gelombang setinggi 2,-5 m hingga 4 m terjadi di Laut Flores bagian Utara dan Timur, dan di Perairan Pulau Bonerate-Kalatoa,” ungkapnya.

BMKG mengimbau agar masyarakat Sulsel waspada terhadap cuaca ekstrem yang menimbulkan bencana banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang.

Sebelumnya, Pj Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb, juga mengimbau agar masyarakat di Kota Makassar sebaiknya untuk segera mengamankan barang berharga sebagai langkah antisipasi terjadinya bencana banjir.

Sementara itu, Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengumumkan perkembangan prediksi cuaca terkini dan potensi bencana dalam dua pekan ke depan yang patut diwaspadai.

Dalam penjelasannya, aliran udara basah dari Timur Afrika diperkirakan menuju wilayah Indonesia dan dapat mengakibatkan potensi hujan ekstrem pada tanggal 10-15 Januari. Selanjutnya, pergerakan aliran udara basah juga masih akan berlanjut pada Januari akhir hingga pertengahan Februari 2020.

“Aliran udara basah masuk ke Indonesia diperkirakan pada tanggal 10-15 Februari 2020 dan siklus berulang pada akhir Januari hingga pertengahan Februari 2020,” ujar Dwikorita dalam rapat koordinasi di kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Jakarta.

Sejumlah wilayah di Indonesia yang diprediksi akan terdampak hujan dengan intensitas tinggi hingga ekstrem tersebut menurut prediksi BMKG meliputi Sumatra bagian tengah, Jawa, Kalimantan bagian selatan, Sulawesi bagian selatan hingga tenggara.

Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk mempersiapkan segala sesuatu sebagai antisipasi kemungkinan bencana yang dapat berpotensi terjadi.

Sebagai upaya mengantisipasi potensi bencana dari prakiraan cuaca ekstrem tersebut, Kepala Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca BPPT Tri Handoko Seto menyebutkan, BPPT siap membantu dalam menanggulangi banjir dengan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC). (idr)



Click to comment

Most Popular

To Top
.